Dekan dan segenap dosen Fakultas Pertanian Unwahas panen Terong dan Cabai di kebun milik Fakultas Pertanian Unwahas, Sabtu (23/3) pagi. 

Dekan Fakultas Pertanian Dr. Rossi Prabowo mengatakan ide menanam Terong Ungu dan Cabai rawit berawal dari gagasannya bersama Dosen dosen Faperta saat menanam Kacang Koro Pedang di lahan Faperta tersebut beberapa waktu sebelumnya. 

“Pemanfaatan lahan inkubator bisnis ini berawal dari ketika pemanfaatkan lahan dengan menanam Kacang Koro Pedang dan Jagung, kemudian saya berembug dengan Pak Istanto dan Pak Hendri untuk memanfaatkan lahan lainnya untuk ditanami Terong Ungu dan Cabai Rawit. Ribuan pohon Terong dan cabai rawit sudah kami tanam dan menghasilkan panen dengan bagus. Sekaligus sebagai lahan percobaan dan lahan praktikum bagi mahasiswa Agribisnis.,” kata Dr. Rossi. 

Pada lahan kurang lebih 10 Hektar tersebut di tanami beberapa komoditi pertanian seperti Kacang koro Pedang, Jagung, Pepaya California, Stevia, Timun, Terong Ungu, Cabai, Salak Pondoh, Durian, daun Onclang atau Bawang daun dan Jeruk. Kami berharap lahan ini nantinya menjadi area agroekoedupark. Imbuh Dr. Rossi. Adapun beberapa komoditi yang sudah panen adalah jagung, terong ungu, cabai dan koro pedang.

Kepala UPT Laboratorium Pertanian, Shofia Nur Awami, SP. M.Sc mengatakan pemasaran produk hasil pertanian ini langsung di beli oleh pedagang besar, ada pula yang kami jual ecer bagi internal civitas akademika Unwahas. Kegiatan budidaya tanaman sampai dengan pemasaran ini sekaligus merupakan bagian dari praktik langsung kegiatan belajar mengajar mahasiswa pada beberapa matakuliah, seperti budidaya tanaman hortikultur, Tataniaga Pertanian, Evaluasi Proyek Pertanian dan Kewirausahaan “.

Dr. Hilmi Kaprodi Agribisnis mengatakan bahwa kegiatan KKN MBKM dan magang MBKM juga terlaksana pada project inkubator bisnis Fakulta Pertanian ini, mahasiswa yang mengikuti kegiatan nantinya akan dikonversi kedalam matakuliah di prodi agribisnis sesuai dengan keahlian yang ditekuni selama KKN maupun Magang. 

“Hasilnya luar biasa. Ukurannya besar-besar. Kualitasnya juga bagus Imbuh Endah Subekti, MP yang sekaligus Wakil Dekan Faperta dan Dewi Hastuti MP selaku ketua Lembaga Kajian Halal Unwahas. Kedepan produk pertanian ini akan diteruskan pada pengolahan hasil pertanian dan pengolahan pangan agroindustri berlabel halal. Imbuh keduanya. 

Hasil ini akan bermanfaat bagi ketrampilan dan penguasaan mahasiswa khususnya berwirausaha, sekaligus menjadi sebuah inkubator bisnis yang menjanjikan bagi Fakultas . Pungkas Istanto MP dan Hendri Wibowo MP selaku ketua inkubator bisnis dan penggelola inkubator bisnis Fakulltas Pertanian.

Ketua yayasan Wahid Hasyim, Prof. Dr. KH. Nor Achmad pun berpesan kepada para pengelola inkubator bisnis Faperta Unwahas agar lahan kosong bisa dimanfaatkan untuk penanaman. Sehingga ada hasil nyata untuk kepentingan bersama. 

Editor : RP admin

Kamis, 22 Februari 2024. Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Menerima rombongan Civitas akademika Fakultas Pertanian UMK Kudus untuk study banding, kegiatan Study banding di Terima di Ruang Aula Kampus Unwahas Gunungpati. Rombongan Faperta UMK Kudus dipimpin langsung oleh Dekan Ir. Veronica Krestiani MP di dampingi Wakil Dekan I, Wakil Dekan III, Kaprodi Agribnisnis, Kaprodi Agroteknologi, dosen dan tendik.  

Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Dr. Rossi Prabowo, M.Si dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan sangat mengapresiasi kegiatan study banding serta penandatanganan perjanjian kerjasama ini, Civitas Akademik Faperta Unwahas (semarang) merasa terhormat dan bangga dijadikan salah satu tempat rujukan study banding Prodi Agribisnis di Jawa Tengah dan DIY. Dr Rossi berharap kegiatan ini dapat langsung diimplementasikan dalam ruang lingkup pertukaran mahasiswa, Studi/Proyek independent, Penelitian/Joint research, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi Ilmiah, Penyelenggaraan konferensi/seminar/workshop dan Peningkatan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia.  Lebih lanjut Dr. Rossi juga memaparkan beberapa prestasi Fakultas Pertanian Unwahas yang telah mendapat beberapa hibah seperti Matching Fund Kedaireka, hibah Akselerasi Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Tinggi (AKPT) dan hibah EcoGREEN Erasmus+ Uni Eropa, juga terkait dengan inkubator bisnis berupa kacang koro pedang yang telah tertanam pada lahan agroekoedupark Fakultas pertanian seluas 10 Hektar.

Kaprodi Agribisnis Faperta Unwahas, Dr. Hilmi Arija Fachriyan, M.Si dalam paparannya menjelaskan bahwa prodi Agribisnis sudah terakreditasi B dan dalam Proses ISK untuk terkonversi status Baik Sekali. Beberapa program MBKM juga sudah dilaksanakan baik pertukaran mahasiswa, KKN Tematik dan Magang MBKM, baik Program flagship berupa pertukaran mahasiswa, study independent, mahasiswa mengajar, kewirausahaan mahasiswa, serta praktisi mengajar.   

Kegiatan study banding dilanjutkan dengan penandatangan MoU antara Dekan Fakultas Pertanian Unwahas dengan Dekan Fakultas Pertanian UMK, foto bersama dan kunjungan lapang ke lahan agroekoedupark Faperta Unwahas untuk lebih melihat langsung implementasi inkubator bisnis dan proyek MBKM yang dijalankan di Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang.

Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang pada tanggal 16 Februari 2024 mengadakan FGD dengan Tema Pola Ketahanan Pangan Harapan Kota Semarang. Kegiatan tersebut melibatkan beberapa PT dan Instansi terkait.

Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim turut hadir dalam kegiatan FGD tersebut. Dekan Faperta Unwahas Dr. Rossi Prabowo, M.Si menyampaikan bahwan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang pola pangan harapan memiliki beberapa tujuan, di antaranya:

  1. Mengidentifikasi Preferensi Konsumen: FGD digunakan untuk memahami preferensi konsumen terkait pola makanan yang diharapkan. Dengan mendengarkan pandangan dan keinginan konsumen, dapat dibentuk pola pangan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.
  2. Mendapatkan Wawasan Mendalam: Melalui FGD, peneliti atau perencana pangan dapat mendapatkan wawasan mendalam tentang pola pangan yang diinginkan oleh masyarakat. Diskusi kelompok memungkinkan peserta untuk mengungkapkan pemikiran mereka secara terbuka, sehingga membantu dalam memahami nuansa dan kompleksitas preferensi pangan.
  3. Mengembangkan Kebijakan Publik: Hasil FGD dapat digunakan untuk membentuk atau memperbaiki kebijakan publik terkait pangan. Dengan memahami harapan dan kebutuhan konsumen, pemerintah atau lembaga terkait dapat mengambil langkah-langkah yang lebih efektif dalam mempromosikan pola pangan yang sehat dan berkelanjutan.
  4. Evaluasi Program atau Inisiatif: Jika sudah ada program atau inisiatif yang berjalan terkait pola pangan, FGD dapat digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi efektivitasnya. Dengan mendengarkan umpan balik dari konsumen atau peserta program, dapat dilakukan penyesuaian atau perbaikan yang diperlukan.
  5. Mengidentifikasi Tren dan Perubahan: FGD dapat membantu dalam mengidentifikasi tren atau perubahan dalam preferensi pangan masyarakat. Informasi ini penting bagi pengusaha, produsen pangan, dan pelaku industri lainnya untuk mengembangkan produk atau layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

FGD tentang pola pangan harapan yang diadakan DKP Kota Semarang dengan melibatkan akademisi dan beberapa instansi ini bertujuan untuk mengumpulkan wawasan dan informasi yang diperlukan untuk meningkatkan pemahaman tentang preferensi masyarakat terkait pangan dan mendukung pengembangan kebijakan serta program yang lebih efektif dalam mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kota Semarang. Pungkas Rossi.

kami informasikan bahwa perkuliahan semester genap 2023-2024 dimulai tanggal 19 Februari sampai dengan 31 Juni 2024.

semangat menjalani perkuliahan, mendapatkan hasil yang penilaian yang baik dan semoga mendapatkan ilmu yang berkah manfaat.

dokumentasi:

FAPERTA JAYA……..

Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang menyelenggarakan kegiatan Pameran dan Talk Show dengan tema “Agroindustri Kreatif Bumbu Instan Halal Berbasis Bahan Rempah Asli Indonesia”. Pada hari Sabtu, 6 Januari  2024, di Gedung C  Lantai 3, Kampus I Sampangan Jl. Menoreh Tengah X No. 22 Sampangan, Semarang.

Dewi Hastuti, S.Pt.,MP Dosen pengampu matakuliah Agroindustri menyampaikan bahwa Agroindustri menjadi sektor yang penting dalam perekonomian Indonesia, seiring dengan meningkatnya permintaan domestik dan internasional terhadap produk- produk agrikultur. Salah satu produk yang memiliki potensi besar adalah bumbu instan halal yang menggunakan bahan rempah asli Indonesia.  Dengan memanfaatkan rempah-rempah asli Indonesia yang tersedia melimpah, agroindustri ini dapat menciptakan produk bumbu instan dengan rasa autentik yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia. Masih banyaknya produsen bumbu instan yang menggunakan bahan tambahan sintetis dan tidak berbasis halal, menyebabkan hilangnya identitas dan kualitas makanan Indonesia. Agroindustri kreatif bumbu instan halal dari bahan rempah asli Indonesia dapat menjadi solusi untuk mempertahankan tradisi kuliner Indonesia yang autentik di tengah pesatnya perkembangan industri makanan dan minuman. Proses manufaktur bumbu instan ini harus memenuhi standar kehalalan dan menggunakan bahan-bahan alami serta mempertahankan kualitas dan rasa rempah asli Indonesia. Pungkas Dewi yang sekaligus ketua pusat kajian halal Unwahas

Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Rossi Prabowo, S.SI.,M.Si dalam sambutannya menyampaikan kegiatan praktikum dan praktek di semua mata kuliah merupakan usaha Faperta untuk memberikan tambahan kemampuan berupa soft skill dan hard skill yang dibutuhkan mahasiswa.  Berkembangnya produksi bumbu instan halal ini diharapkan akan menciptakan lapangan kerja baru bagi mahasiswa maupun masyarakat di sekitar daerah penghasil rempah-rempah, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan peningkatan ekonomi lokal.  Faperta Unwahas juga sedang mengembangkan budidaya kacang koro pedang dengan harapan nantinya menjadi produk unggulan dalam mensubsitusi pangan Indonesia.

Sementara WR I Universitas Wahid Hasyim Dr. Andi Purwono, S.IP., M.Si sangat mengapresiasi kegiatan workshop dan pameran produk hasil karya mahasiswa yang sudah berjalan rutin setiap tahunan ini. Leih lanjut Andi menekannya kemampuan mahasiswa tidak hanya  mampu memproduksi, tetapi juga mampu memasarkan, sebagai penguatan jiwa kewirausahaan sebagai kemampuan wajib yang masuk dalam kurikulum di Unwahas.

Kegiatan workshop dan pameran hasil agroindustri kreatif bumbu instan halal dari bahan rempah asli Indonesia ini juga mengandeng perusahaan katering ternama di Kota Semarang yaitu katering Sonokembang. Mudji Sugianti (perwakilan dari PT Sonokembang Katering menyampaikan bahwa saat ini bumbu instan telah menjadi sangat populer dalam berbagai masakan tradisional di Indonesia. Namun, ada kekhawatiran terhadap kehalalan produk tersebut, khususnya bagi masyarakat Muslim. Keterbatasan produk bumbu instan halal seringkali menjadi tantangan bagi konsumen yang menginginkan kenyamanan dan kualitas dalam memasak makanan lezat namun tetap sesuai dengan aturan halal.

Dalam Pameran ini bumbu instan yang diproduksi mahasiswa Faperta melalui hasil Praktikum Mata kuliah Agroindustri Kreatif antaralain Bumbu Ayam Goreng (Ayam Emas Kuning), Bumbu Soto (Buminto), Bumbu Nasgor Teri, Bumbu Seblak Instan, Bumbu Instan Carbonara, Bumbu Seblak Instan (RASAN), Bumbu Opor, Bumbu Dasar Kuning (Bunda), Bumbu Bakaran Instan (BUBAN), Bumbu Ajaib Instan Rica Rica, Bumbu Bali (ARA), dan Bumbu Gulai Balacan (Buntan).

Organisasi mahasiswa berperan penting dalam roda kehidupan kampus sebagai media bagi para mahasiswa untuk mengembangkan pola pikir, potensi, dan kepribadiannya. Selain itu organisasi mahasiswa berperan sebagai motor penggerak berbagai kegiatan kampus.

Pelantikan pengurus Organisasi Mahasiswaan (Ormawa) dan Musyawarah Kerja Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang, digelar di Ruang C3. 07 Gedung C Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang pada hari Kamis, 21 Desember 2023. Acara tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Dr. Rossi Prabowo, S.Si.,M.Si; Kepala Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Dr. Hilmi Arija Fahriyan S.Pi.,M.Si; Rizky Wayudi selaku Demisioner Ketua DPM tahun periode 2022/2023, Abdul Hamid selaku Demisioner Ketua BEM Fakultas Pertanian dan Ulin Nuha selaku Demisioner Ketua Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian.

Acara pelantikan ini diikuti oleh seluruh organisasi mahasiswa Fakultas Pertanian, yaitu Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM.F) Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM.F) Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosial Ekonomi Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim dan semua unit kegiatan mahasiswa (UKM) Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim.

Dalam Sambutannya, Dr. Rossi Prabowo, (Dekan Fakultas Pertanian Unwahas) mengapresiasi kinerja pengurus DPM, BEM, HIMASEKTA dan UKM-UKM periode 2022-2023 dan patut untuk dilanjutkan serta dikembangkan proker-prokernya oleh pengurus Ormawa Periode 2023-2024. Kegiatan Pelantikan Organisasi Mahasiswa dan Musyawarah Kerja Fakultas Pertanian ini merupakan pengukuhan akan adanya Organisasi mahasiswa Fakultas pertanian dan wadah musyawarah rancangan program kerja antar ormawa Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang untuk satu tahun kedepan. Diharapkan melalui proses pelantikan dan MUSKERFA ini menghasilkan proker-proker yang bermanfaat bagi pengembangan organisasi dan dapat memfasilitasi kebutuhan mahasiswa dalam pengembangan bakat dan minat di lingkungan Fakultas Pertanian Unwahas.

Pelantikan Organisasi Mahasiswa Ormawa dan Musyawarah Kerja Fakultas Pertanian berlangsung dari Jam 09.15 sampai dengan 13.00 dengan dimulai membukaan acara, menyanyikan lagu Indonesia raya, Sambutan sambutan, Pelantikan Pengurus Ormawa DPM, BEM, UKM, HMJ dan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Fakultas dengan pembahasan Program Kerja setiap organisasi mahasiswa dan UKM.

Adapun ketua organisasi untuk periode 2023-2024 di lingkungan Faperta Unwahas antara lain: DPM Fakultas  Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang diketuai oleh Saudara Rizky Wahyudi, BEM Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang diketuai oleh Ali Bagus Wijaya, HIMASEKTA yang diketuai oleh Saudara Muhammad Wahyu Sofiyulloh. UKM GAMAKO diketuai oleh Saudara Bayang Jihada, UKM KOPMA diketuai oleh saudari Hidayatul Khoiri Natiroh, UKM KPA diketuai oleh Gavrilla Theodora Trixie, dan UKM MAHATANI yang diketuai oleh Saudara Ahmad Sayidi.

Pemerintah Kota Semarang bersama Dinas Pertanian Kota Semarang pada tanggal 17 -19 november 2023 melaksanakan kegiatan Semarang Agro Expo 2023 yang bertempat di Taman Indoenesia Kaya Jl. Menteri Supeno- Semarang. Kegiatan yang di inisiasi oleh Pemkot Semarang dan Dinas Pertanian Kota Semarang tersebut diramaikan dengan kegiatan seperti Pameran produk pertanian, talksow, pelatihan dan kuliner olahan.

Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim turut berpartisipasi dalam kegiatan pameran tersebut dengan menampilkan produk pertanian berupa pupuk cair, pestisida nabati, alat dekomposter, bibit tanaman cabai, sawi, terong, tomat dan beberapa bibit tanaman hortikultur lainnya, Faperta Unwahas bekerjasama dengan Pusat kajian Halal Universitas Wahid Hasyim juga melayani jasa pendampingan halal bagi UMKM yang terlibat dalam kegiatan Semarang Agro Expo 2023 tersebut.

Dekan Fakultas Pertanian Unwahas, Dr. Rossi Prabowo, S.Si., M.SI menyampaikan apresiasi atas kegiatan SAE 2023 tersebut. Semoga kegiatan ini dapat mengenalkan dan mempromosikan produk dan teknologi modern dan terbaru pada sektor pertanian. Produk yang dipamerkan dan diperjualbelikan di stand Unwahas pada Semarang Agro expo tersebut adalah produk yang diproduksi sendiri oleh mahasiswa dan alumni Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim. “Kami selalu mendorong mahasiswa untuk dapat memproduksi sendiri kebutuhan pertanian seperti pembibitan, pembuatan pupuk organik, pestisida organik dan alat alat pertanian tepat guna lainnya, mahasiswa juga didorong untuk membudidayakan tanaman hortikultur, dan dihilirnya mereka dapat mengimplementasikan kewirausahaan dengan mempromosikan dan memperjualbelikan produk pertanian tersebut”. “pungkas Dr. Rossi

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian universbitas Wahid Hasyim beberapa waktu yang lalu  menggelar acara talkshow mental health 2023 dengan tema “Mental Health Awareness”

Abdul Hamid, Ketua BEM Fakultas Pertanian dalam sambutannya menyampaikan Tujuan kegiatan ini adalah memberikan kesadaran Mahasiswa tentang pentingnya Kesehatan Mental. Kegiatan ini dapat memfasilitasi mahasiswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi Mahasiswa saat ini

Endah Subekti, S.Pt.MP.Wakil Dekan Fakultas Pertanian dalam sambutannya mengungkapkan sangat mengapresiasi kegiatan ini mengingat banyaknya kasus depresi yang berujung bunuh diri dikalangan mahasiswa, yang hal ini dikarenakan permasalahan kesehatan mental.

Dr. Rossi Prabowo, S.SI.,M.Si ditempat terpisah menyampaikan harapannya bahwa generasi muda dan khususnya mahasiswa Fakultas Pertanian Unwahas lebih bisa Aware terhadap kesehatan mental generasi muda, khususnya mahasiswa supaya dapat menjalani kehidupan yang lebih nyaman, bahagia dan bermanfaat. “Mahasiswa dengan kesehatan mental baik tentunya sangat menyadari potensi dirinya, sehingga dapat mengatasi permasalahan yang dihadapinya dan tentunya hidup dengan membawa manfaat nagi sesama, saat ini sekitar 20% anak-anak dan remaja di dunia memiliki kondisi kesehatan mental, beberapa waktu terakhir ini kita sering mendengar kasus mahasiswa bunuh diri baik karena permasalahan keluarga, akdemik maupun percintaan. Kasus pahit tersebut harusnya dapat di hindari dengan sedini mungkin ditanamkan kesehatan mental bagi generasi muda khususnya Mahasiswa, dan kita Fakultas Pertanian Unwahas sangat memprioritaskan hal tersebut”. Pungkas Dr. Rossi yang juga merupakan pengiat lingkungan hidup di Kota Semarang.

Gejala kesehatan mental terbanyak dialami pada remaja yaitu Moodswing. Persebaran dokter ahli kejiwaan yang sedikit, Peran pemerintah dalam alokasi pendanaan untuk kesehatan mental di level nasional sebesar 2℅. Beberapa self care untuk mengatasi permasalahan kesehatan mental antara lain :Kebutuhan fisik terpenuhi, merasa aman di lingkungan, punya rasa percaya diri, tidak merasa menerima keadaan /dirinya insecure, memiliki self reward.

Universitas Wahid Hasyim sangat mendukung Mental Health Awareness melalui penggelolaan manajemen stress yakni manajemen diri sendiri seperti manajemen waktu, manajemen prioritas, dan manajemen emosi.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah mata kuliah yang selalu dinantikan oleh mahasiswa strata 1 (S1) karena dapat pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk menerapkan berbagai ilmu pengetahuan, keterampilan, keahlian, ide serta harapannya.

Dr. Hilmi Arija Fahrian Selaku Kaprodi Agribisnis menyampaikan bahwa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan suatu bentuk kuliah kerja nyata (KKN) yang dirancang dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa. Mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi potensi dan menangani masalah masyarakat sehingga mampu mengembangkan potensi desa dan meramu solusi untuk masalah yang ada di suatu wilayah. Kegiatan KKNT ini memberikan konversi 12 SKS bagi mahasiswa yang mengikutinya selama 3 bulan“ Pungkas Dr. Hilmi.

Kegiatan KKNT diharapkan dapat mengasah softskill, kemitraan, kerja sama tim lintas disiplin/keilmuan (lintas kompetensi), dan leadership mahasiswa dalam mengelola program pembangunan di wilayah perdesaan.

Istanto, M.Si selaku dosen pembimbing lapangan Kegiatan KKNT ini menyampaikan bahwa konversi yang didapat antara lian mata kuliah Sistem Pertanian Terpadu Berkelanjutan, Quality Control and Standardization,  Agrondustri Kreatif, dan Politik Kebijakan Pertanian, dimana matakuliah tersebut secara langsung berkaitan dan berkenaan dengan berjalannya program KKN Tematik Kacang koro di kelurahan Nongkosawit.

Dokumentasi: Dekan beserta jajaran dan dosen Faperta Unwahas dalam pembukaan penggelolaan lahan pertanian Kacang Koro.

Dekan Faperta Unwahas, Dr. Rossi Prabowo, M.Si yang menginisiasi kegiatan KKN Tematik pengembangan Kacang Koro di wilayah Kelurahan Nongkosawit Kota Semaramg menyampaikan bahwa dengan kegiatan ini diharapkan mahasiwa  mampu memahami dan Konsep Sistem Pertanian Terpadu Berkelanjutan, model penerapan Sistem Pertanian Terpadu Berkelanjutan yang ramah lingkungan, manajemen operasional, sumberdaya, dan teknologi agroindustri serta berbagai kebijakan di bidang pertanian. “ Potensi alam yang luar biasa, kesuburan tanah, pangsa pasar yang besar  dan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan menjadi alasan kita untuk mengembangkan dan membanggakan dunia pertanian Indonesia”. Pungkas Dr Rossi yang sekaligus dosen Pengampu matakuliah Etika Lingkungan Unwahas tersebut.  

BEM Faperta Unwahas menggelar Mentorship dengan Tema “Menumbuhkan Semangat Generasi Muda Untuk Memulai Bisnis di Sektor Pertanian”. Siti Khuswatun Selaku Ketua Panitia kegiatan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan guna membekali mahasiswa terkait Wiraswasta disektor Pertanian. Kegiatan ini menghadirkan Mentor Bapak Sandi Febrianto pemilik Sandi Buana Farm Kota Semarang. Kegiatan yang dilaksanakan Kamis, 19 Oktober 2023 tersebut merupakan serangkaian kegiatan memperingati Hari Tani dan diikuti oleh ratusan mahasiswa Fakultas Pertanian Unwahas serta masyarakat umum.

Abdul Hamid, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Faperta Unwahas dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa pertanian dituntut untuk memberikan sumbangsih secara langsung bagi kehidupan pertanian indonesia. Mahasiswa diharapkan dapat memberikan pengaruh positif yang luar biasa bagi masyarakat sekitar dan desa-nya dengan ilmu dan keahlian yang dimiliki. 

Di tempat terpisah, Dr. Rossi Prabowo, M.Si, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim sangat mengapresiasi kegiatan Ormawa Faperta yang bertajuk menumbuhkan semangat generasi muda dalam mengeluti bisnis pertanian. Pertanian merupakan pilar utama pembangunan perekonomian Bangsa Indonesia. Penting sekali kegiatan berupa Pelatihan, Mentorship, membentuk komunitas dan jaringan diadakan oleh organisasi Mahasiswa, karena akan sangat membantu dalam menumbuhkan semangat dan dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan dibidang pertanian, baik dilakukan oleh mahasiswa maupun masyarakat umum. “Saya sangat optimis generasi muda Indonesia mampu mengembangkan sektor pertanian dan menjadi ladang bisnis yang dapat dibanggakan dan diandalkan dengan menerapkan teknologi pertanian dan smart farming”. Pungkas Rossi.

Mas Sandi Sapaan Akrab Pemilik Sandi Buana Farm yang berlokasi di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang tersebut mengajak generasi muda, mahasiswa dan masyarakat umum untuk terjun langsung mengeluti bisnis hidroponik. “Biground akademik saya Sarjana Teknik, tetapi saya sangat mencintai pertanian, hingga saya memutuskan melakukan riset terkait peluang bisnis disektor pertanian dan pangan, saat itu saya belajar secara otodidak dengan mengandalkan Youtube untuk mempelajari hidropinik. Alhamduillah dengan semangat dan tekad, usaha hidroponik tersebut tumbuh berkembang dengan baik. “pungkas Sandi.

Seiring usaha hidroponik yang semakin berkembang, Sandi Buana Farm saat ini memiliki kapasitas kebun lebih dari 15 ribu lubang tanam pembesaran. Beberapa jenis sayuran yang dikembangkan antara lain selada, selada merah dan selada romain dengan menggunakan metode NFT yang dinilainya memiliki pertumbuhan cepat.