SEMARANG, 13 April 2026 – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) kembali menunjukkan eksistensinya dalam kancah pengabdian masyarakat nasional. Melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES), tim gabungan lintas universitas berhasil meraih pendanaan Hibah Kemendiktisaintek – BIMA Tahun Anggaran 2026.

Program ini merupakan kelanjutan tahun ke-2 untuk Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Skema Pemberdayaan Wilayah, yang berfokus pada pengembangan kawasan pesisir Semarang.

Fokus Program: Kota Tangguh dan Berkelanjutan

Pengabdian masyarakat ini mengusung judul: “Pemberdayaan Wilayah Tambakrejo Semarang melalui Penguatan Urban Farming dan Pengelolaan Sampah berbasis Ekonomi Sirkuler Untuk Mewujudkan Kota Tangguh dan Berkelanjutan”.

Tim pakar yang terlibat dalam program ini terdiri dari:

  • Ketua: Prof. Dr. Nana Kariada T.M, M.Si. (FMIPA UNNES)
  • Anggota:
    1. Dr. Rossi Prabowo, S.Si., M.Si. (Fakultas Pertanian Unwahas)
    2. Dr. Inayah Sari Melati, M.Pd. (FEB UNNES)
    3. Dr. Muh Sholeh, M.Pd. (UNNES)

Kolaborasi ini mengintegrasikan keahlian di bidang lingkungan, pertanian urban, ekonomi kreatif, dan kependidikan untuk menciptakan solusi komprehensif bagi masyarakat Tambakrejo dalam menghadapi tantangan lingkungan pesisir.

Apresiasi dari Pimpinan Universitas

Keberhasilan kolaborasi ini mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan Universitas Wahid Hasyim. Rektor Unwahas, Prof. Dr. Ir. H. Helmy Purwanto, S.T., M.T., IPM., menyatakan rasa bangganya atas konsistensi dosen Faperta dalam menjalin jejaring akademik.

“Kolaborasi antara Unwahas dan UNNES ini adalah bukti nyata sinergi antar-perguruan tinggi dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami sangat mendukung keterlibatan dosen kami dalam proyek-proyek strategis nasional seperti ini,” ujar Prof. Helmy.

Senada dengan Rektor, Ketua LPPM Unwahas, Dr. Agus Riyanto, M.Si., menekankan pentingnya keberlanjutan program di tahun kedua ini.

“Skema Pemberdayaan Wilayah menuntut komitmen jangka panjang. Kehadiran Dr. Rossi Prabowo sebagai perwakilan Unwahas menunjukkan bahwa kompetensi dosen kita diakui secara luas. Kami berharap program ekonomi sirkuler ini benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan warga Tambakrejo,” ungkapnya.

Tentang Program

Program di Tambakrejo ini menitikberatkan pada dua pilar utama: pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi (ekonomi sirkuler) dan pemanfaatan lahan sempit melalui urban farming. Melalui pendekatan ini, wilayah Tambakrejo diharapkan mampu menjadi model “Kota Tangguh” yang mandiri secara pangan dan bersih secara lingkungan.

SEMARANG, 13 April 2026 – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Wahid Hasyim kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim kolaborasi lintas disiplin ilmu yang dipimpin oleh dosen Faperta Unwahas berhasil meloloskan proposal pendanaan Hibah kemendiktisaintek – BIMA Tahun Anggaran 2026 dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

Tim yang diketuai oleh Dr. Rossi Prabowo, S.Si., M.Si. (Faperta) ini mengusung judul pengabdian yang inovatif: “Penguatan Kemandirian Pangan dan Gizi melalui Sustainable Farming Berbasis AI pada Kelompok Fatayat Kepulauan Karimunjawa”.

Inovasi Lintas Disiplin Ilmu

Keberhasilan ini tidak lepas dari komposisi tim yang solid dan multidisiplin, menggabungkan aspek pertanian, kesehatan, dan teknologi informasi:

  • Ketua: Dr. Rossi Prabowo, S.Si., M.Si. (Fakultas Pertanian)
  • Anggota 1: Apt. Junvidya Herowati, M.P.H. (Fakultas Farmasi)
  • Anggota 2: Ir. Fandy Indra Pratama, S.Kom., M.Kom. (Fakultas Teknik)

Program ini bertujuan untuk menjawab tantangan geografis dan logistik di Kepulauan Karimunjawa dengan mengoptimalkan peran Kelompok Fatayat sebagai garda terdepan keluarga. Melalui penerapan Sustainable Farming (pertanian berkelanjutan) yang didukung oleh teknologi Artificial Intelligence (AI), masyarakat diharapkan dapat memantau kesehatan tanaman dan efisiensi nutrisi secara presisi guna menjamin ketersediaan pangan mandiri yang bergizi.

Apresiasi dari Dekanat

Dr. Rossi Sebagai Dekan Fakultas Pertanian Unwahas sekaligus ketua pengusul Program Hibah PKM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini.

“Prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa riset dan pengabdian dosen Faperta Unwahas tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi digital seperti AI untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat kepulauan,” ujarnya.

Diharapkan melalui program ini, sinergi antara akademisi Unwahas dan masyarakat Karimunjawa dapat menciptakan ekosistem pangan yang tangguh, sehat, dan berkelanjutan.


Tentang Fakultas Pertanian Unwahas: Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian yang berwawasan lingkungan dan berlandaskan nilai-nilai Aswaja.

SEMARANG, 2 April 2026 – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) membuktikan komitmennya dalam pengembangan inovasi pertanian perkotaan melalui kegiatan panen buah Anggur varietas Akademik (Avidzba). Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Greenhouse Faperta, Kampus II Unwahas, Nongkosawit, Gunungpati, pada Kamis pagi.

Produksi anggur ini merupakan hasil budidaya intensif dari Inkubator Bisnis “Agribisnis Faperta Unwahas”, yang dirancang sebagai wadah pembelajaran sekaligus hilirisasi produk pertanian bernilai ekonomi tinggi bagi mahasiswa dan dosen.

Dukungan Penuh Pimpinan Fakultas

Acara panen ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas dan dosen dosen yang turut serta memetik langsung untaian buah anggur yang telah matang sempurna.


Inovasi Budidaya di Lahan Gunungpati

Varietas Akademik (Avidzba) dipilih karena memiliki karakteristik unik berupa bentuk buah yang lonjong, warna kulit hitam pekat, serta cita rasa manis yang sangat diminati pasar. Keberhasilan budidaya di Greenhouse Nongkosawit ini menjadi bukti bahwa teknologi greenhouse mampu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman subtropis di iklim lokal.

“Panen ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata bahwa Inkubator Bisnis kita mampu menghasilkan komoditas premium. Kami ingin mahasiswa melihat bahwa pertanian modern memiliki prospek bisnis yang sangat menjanjikan,” ujar Dr. Rossi Prabowo, M.Si. di sela-sela kegiatan panen.

Pusat Pembelajaran dan Bisnis

Kepala Lab Inkubator Bisnis, Istanto, MP., menambahkan bahwa pengelolaan kebun anggur ini melibatkan mahasiswa secara aktif, mulai dari masa tanam, pemangkasan (pruning), hingga penanganan pascapanen. Hal ini selaras dengan visi Faperta Unwahas untuk mencetak pengusaha muda di bidang agribisnis.

Ke depan, Greenhouse Faperta Unwahas diproyeksikan tidak hanya menjadi laboratorium penelitian, tetapi juga destinasi edukasi pertanian (agrowisata terbatas) bagi masyarakat sekitar maupun instansi pendidikan lainnya di Jawa Tengah.


Tentang Faperta Unwahas: Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim berkomitmen untuk memajukan sektor pertanian melalui pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai keislaman, inovasi teknologi, dan semangat kewirausahaan guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.

LPH Unwahas Raih Penghargaan Bergengsi di LPTNU Award 2026 sebagai Lembaga Riset dan Pengabdian Bidang Kerjasama Terbaik

SEMARANG, 13 Maret 2026 – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Unwahas secara resmi dinobatkan sebagai Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Kerjasama Terbaik pada malam penganugerahan LPTNU (Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama) Award 2026.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata dedikasi LPH Unwahas dalam memperkuat ekosistem halal di Indonesia melalui sinergi strategis dan pengabdian yang berdampak luas. Di bawah kepemimpinan Ibu Dewi Hastuti, S.Pt., MP., yang juga merupakan dosen produktif di Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Unwahas, lembaga ini dinilai sukses mengintegrasikan riset akademis dengan kebutuhan praktis industri dan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

Rektor Unwahas, Prof. Dr. H. Helmy Purwanto, menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian ini. Beliau menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari konsistensi lembaga dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada kemanfaatan publik.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi tinggi capaian LPH Unwahas di bawah kepemimpinan Ibu Dewi Hastuti. Penghargaan dari LPTNU ini adalah bukti bahwa tata kelola riset dan kerjasama kita telah diakui secara nasional. Ini sejalan dengan visi Unwahas untuk menjadi universitas yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi solusi konkret bagi kebutuhan industri halal melalui kolaborasi yang inklusif,” ujar Prof. Helmy.

Dewi Hastuti menyampaikan bahwa capaian ini adalah hasil kerja keras kolektif seluruh tim dan dukungan penuh dari universitas. “Penghargaan ini bukan hanya sebuah apresiasi, melainkan amanah untuk terus memperluas jaringan kerjasama demi memberikan kepastian halal yang berkualitas bagi masyarakat, sekaligus memajukan sektor agribisnis dan pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Unwahas sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di bawah naungan NU yang senantiasa berkomitmen pada nilai-nilai kemaslahatan umat melalui inovasi dan kolaborasi.

Dekan Fakultas Pertanian Unwahas Raih Penghargaan Ilmuwan Berpengaruh di Anugerah LPTNU 2026

SEMARANG, 13 Maret 2026 – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Dr. Rossi Prabowo, S.Si., M.Si., Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian yang sekaligus menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian Unwahas, berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam malam Anugerah LPTNU (Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama) 2026.

Dr. Rossi Prabowo dinobatkan sebagai pemenang dalam kategori “Ilmuwan dengan Capaian Karya Ilmiah Berpengaruh Bidang Ilmu-Ilmu Alam dan Kehidupan”. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata beliau dalam pengembangan riset yang memberikan dampak signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Dedikasi untuk Inovasi dan Masyarakat

Capaian ini mempertegas posisi Unwahas sebagai institusi pendidikan yang melahirkan akademisi berbobot. Karya-karya ilmiah Dr. Rossi dinilai tidak hanya memenuhi standar keunggulan akademik, tetapi juga memiliki relevansi kuat terhadap solusi isu-isu alam dan kehidupan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Arahan Menteri Sosial Gus Ipul

Malam penganugerahan ini menjadi kian istimewa dengan kehadiran Menteri Sosial Republik Indonesia, H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan pentingnya peran akademisi NU dalam menjawab tantangan sosial melalui inovasi sains.

“Perguruan Tinggi NU harus menjadi pusat solusi bagi persoalan bangsa. Saya mengapresiasi para ilmuwan seperti Dr. Rossi yang mampu mengawinkan kedalaman ilmu alam dengan kebermanfaatan hidup. Inilah wujud nyata pengabdian yang kita butuhkan untuk memperkuat ketahanan sosial dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gus Ipul dalam sambutannya.

Prof. Dr. Ir. H. Helmy Purwanto,ST, MT, IPM. Rektor Universitas Wahid Hasyim yang ikut serta mendampingi dalam penyerahan penghargaan tersebut menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian ini:

“Prestasi Dr. Rossi Prabowo adalah bukti nyata bahwa semangat ‘Intelektual yang Berkarakter’ benar-benar hidup di lingkungan Unwahas. Kami berharap penghargaan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya di level tertinggi.”

Inspirasi Bagi Civitas Akademika

Penghargaan di ajang LPTNU 2026 ini diharapkan menjadi motivasi besar bagi seluruh Civitas Akademika Unwahas untuk terus berinovasi. Keberhasilan ini membuktikan bahwa riset yang tekun dan berdampak luas akan mendapatkan pengakuan yang layak, baik di lingkungan Nahdlatul Ulama maupun di tingkat nasional. Segenap keluarga besar Universitas Wahid Hasyim mengucapkan: “Selamat dan Sukses kepada Dr. Rossi Prabowo, S.Si., M.Si. Semoga penghargaan ini menjadi barokah, memotivasi untuk terus berkontribusi bagi masyarakat, dan senantiasa menjadi inspirasi bagi kita semua.

Assalamu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh

Informasi KIP Kuliah Fakultas Pertanian UNWAHAS Tahap I Tahun 2026.

Kuliah Gratis…?? Tentu bisa…

bagi rekan rekan Siswa SMA/ MA sederajat. dapatkan kesempatan emas untuk kuliah gratis dengan beasiswa KIP.

bagi rekan rekan yang memiliki kartu KIP/ masuk DTPS/ dari keluarga ekonomi kurang mampu, dapatkan kesempatan untuk kuliah dengan Beasiswa KIP di Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Haysim Semarang.

📌 Perlu kami tekankan bahwa Tahap I ini diprioritaskan khusus untuk wilayah berikut:
Brebes, Tegal, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Pekalongan, Pemalang, Batang, Demak, Jepara, dan Kudus.

.

  • Pendaftaran: 2 Maret – 20 April 2026
    Link Pendaftaran : https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id
    dan pmb.unwahas.ac.id
  • Seleksi Administrasi : 22 -24 April 2026
  • Pengumuman Seleksi administrasi: 28 April 2026
  • Pembekalan Test TPA dan Wawancara: 29 April 2026
  • Test TPA dan Wawancara: 02 Mei 2026
  • Pengumuman Kelulusan Beasiswa KIP: 6 Mei 2026
  • Perkuliahan : September 2026

Wassalamu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh

Penguatan kompetensi mahasiswa faperta melalui program PKL dengan tema integrated farming di Maknun Farm, Wonolopo, Mijen, Kota Semarang, berpotensi besar untuk mengembangkan kompetensi teknis dan soft skills mahasiswa, sekaligus menanamkan nilai keberlanjutan pertanian. Berbagai studi menunjukkan bahwa magang intensif di lahan pertanian kampus dan program Work Integrated Learning (WIL) di sektor pertanian meningkatkan keterampilan agronomis, kemampuan interpersonal, kepemimpinan, serta kesiapan karier lulusan. Praktik pembelajaran partisipatif di pertanian berkelanjutan juga terbukti memperkuat pemahaman sistemik, kreativitas, dan stewardship lingkungan.  PKL integrated farming menekankan pembelajaran berbasis pengalaman, pemantauan berkelanjutan, serta umpan balik reflektif. Pemantauan pelaksanaan PKL dengan skema monitoring memadukan observasi lapangan, jurnal refleksi, instrumen penilaian kompetensi, dan pemanfaatan platform digital untuk komunikasi dan pelaporan.  Sistem monitoring dapat menjadi rujukan bagi program studi dalam meningkatkan kualitas PKL pertanian terpadu dan memastikan capaian kompetensi mahasiswa serta relevansi dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Dokumentasi: Integrasi Hidroponik dengan kolam ikan lele.

PKL merupakan komponen kurikulum yang krusial untuk menjembatani pembelajaran teoritis di kampus dengan praktik nyata di lapangan, khususnya pada bidang pertanian. Dalam konteks pertanian berkelanjutan, sistem integrated farming—yang menggabungkan tanaman, ternak, dan sering kali perikanan, energi terbarukan, serta pengelolaan limbah secara sirkular—dipandang sebagai pendekatan strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesehatan agroekosistem (El-Gabry & Jaskolski, 2024; Padath, 2025; Bakker et al., 2021; Kamal et al., 2025).

“Praktik Kerja Lapangan di Maknun Farm meliputi usaha peternakan, yaitu ternak domba ekor tipis dan Moreno, usahatani hidroponik pakcoy dan selada, serta hortikultura dan usaha perikanan, yaitu budidaya lele. PKL terbukti tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memupuk kemampuan kerja tim, komunikasi, pemecahan masalah, dan rasa percaya diri mahasiswa,” tambah Dewi Hastuti. S.Pt., M.P (selaku Dosen Pembimbing).  Selain itu, adanya integrasi riset dan WIL di bidang pertanian menegaskan pentingnya kemitraan universitas–industri untuk memastikan lulusan Fakultas Pertanian Unwahas siap menghadapi kompleksitas sistem pangan dan tantangan keberlanjutan.

Komponen Utama Monitoring PKL Integrated Farming

  1. Kompetensi teknis agroekosistem terpadu, fokus monitoring pada budidaya tanaman, ternak, pakan hijauan, daur ulang limbah, serta energi terbarukan
  2. Kompetensi keberlanjutan & sistemik, fokus monitoring pada sistem thinking, stewardship lingkungan, dan perencanaan jangka panjang
  3. Soft skills & kesiapan karier, fokus monitoring pada komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan manajemen proyek
  4. Partisipasi & pembelajaran partisipatif, fokus monitoring pada keterlibatan dalam pengambilan keputusan, dan desain kegiatan

Monitoring digital & komunikasi, fokus monitoring pada pelaporan harian, berbagi foto/video, serta diskusi masalah teknis

KLATEN, 12 Februari 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang terus mendorong mahasiswanya untuk menguasai teknologi pertanian masa kini. Melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL), sejumlah mahasiswa diterjunkan langsung untuk menimba ilmu di Dhelta Bibit Buah, sebuah sentra pembibitan dan instalasi teknologi pertanian yang berlokasi di Balongor, Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten.

Kegiatan PKL ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sri Wahyuningsih, S.P., M.P., dan diterima langsung oleh pemilik Dhelta Bibit Buah, Bapak Dwi Harjoko.

Inovasi Budidaya: Teknik Pemacuan Pecah Tunas

Fokus utama kegiatan mahasiswa selama di lokasi adalah mempelajari secara mendalam Teknik Pemacuan Pecah Tunas pada Tanaman Jeruk Lemon. Teknik ini menjadi krusial dalam industri pembibitan untuk mempercepat pertumbuhan bibit unggul sebelum dipasarkan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori secara tekstual, tetapi mampu mempraktikkan manipulasi fisiologis tanaman secara presisi. Di Dhelta Bibit Buah, mereka belajar bagaimana mempercepat siklus pertumbuhan tanaman dengan standar kualitas yang tinggi,” ungkap Sri Wahyuningsih, S.P., M.P.

Terjun dalam Proyek Strategis Smart Farming

Selain fokus pada aspek agronomi, mahasiswa PKL Unwahas juga mendapatkan kesempatan langka untuk terlibat dalam proyek riil Rancang Bangun Instalasi Smart Farming. Dhelta Bibit Buah saat ini tengah menangani berbagai proyek pengembangan agrowisata di beberapa desa.

Mahasiswa dilibatkan aktif dalam:

  • Perancangan tata letak tanaman untuk mengoptimalkan estetika dan produktivitas lahan agrowisata.
  • Instalasi sistem Smart Farming, termasuk pengaturan sensor dan otomatisasi pengairan yang menjadi tren pertanian modern.

Pemilik Dhelta Bibit Buah, Dwi Harjoko, menyambut baik antusiasme mahasiswa. Ia menekankan bahwa kebutuhan tenaga kerja di bidang agribisnis masa depan memerlukan perpaduan antara keahlian bercocok tanam dan penguasaan teknologi digital.

Sinergi Akademisi dan Praktisi

Dr. Rossi Prabowo, Dekan Fakultas Pertanian Unwahas menyampaikan bahwa Program PKL ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Pertanian Unwahas dalam mendukung program link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. Dengan terlibat dalam proyek desa binaan melalui Dhelta Bibit Buah, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan luas mengenai potensi ekonomi agrowisata dan efisiensi pertanian berbasis teknologi. Pungkas Dr. Rossi.


Tentang Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Fakultas Pertanian Unwahas berdedikasi melahirkan lulusan yang kompeten di bidang pertanian berkelanjutan, berjiwa wirausaha, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian global.

SEMARANG, 9 Februari 2026 – Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang terus berkomitmen memastikan kualitas implementasi ilmu mahasiswanya di lapangan. Pada Senin (9/2), Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Endah Subekti, S.Pt., M.P., melaksanakan kegiatan monitoring langsung terhadap mahasiswa yang tengah menjalankan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Sandi Buana Farm, Gunungpati.

Sandi Buana Farm, yang berlokasi di Jalan Kalirejo, Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, dipilih sebagai mitra strategis karena reputasinya dalam pengelolaan usaha pertanian dan peternakan yang terintegrasi.

Fokus Monitoring: Keselarasan Teori dan Praktik

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana mahasiswa mampu mengaplikasikan teori manajemen agribisnis yang didapat di bangku kuliah ke dalam ekosistem kerja nyata.

Dalam kunjungannya, Endah Subekti melakukan diskusi mendalam dengan pihak pengelola Sandi Buana Farm serta para mahasiswa mengenai perkembangan proyek, tantangan di lapangan, hingga adaptasi teknologi pertanian modern yang diterapkan di lokasi.

“Monitoring ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja yang relevan. Kami ingin mereka tidak hanya menguasai teknis budidaya, tapi juga tajam dalam analisis manajerial dan kewirausahaan,” ujar Endah Subekti, S.Pt., M.P. di sela-sela kegiatannya.

Dalam kegiatan ini DPL dapat melihat secara langsung kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam membudidayakan sayuran hidroponik selada dan pakcoy. Kegiatan tersebut meliputi proses persiapan alat dan bahan, penyemaian benih (di rockwool), pindah tanam bibit, perawatan rutin, pemberian nutrisi, pemanenan, penyortiran dan pemasaran. Dalam kegiatan PKL ini mahasiswa juga diajari teknik budidaya melon di greenhouse untuk menghasilkan melon premium.

Pelaksanaan PKL dilaksanakan minimal  selama 1 bulan dan mahasiswa telah menempuh minimal 100 SKS. Dengan adanya kegiatan PKl yang diwajibkan bagi mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Wahid Hasyim ini, diharapkan dapat menambah ketrampilan dan wawasan mahasiswa sehingga mereka bisa lebih siap terjun ke dunia kerja setelah lulus nantinya.

Hasil Observasi di Lapangan

Selama kegiatan berlangsung, beberapa poin penting yang menjadi catatan antara lain:

  • Kesiapan Kerja: Mahasiswa dinilai mampu beradaptasi dengan ritme operasional di Sandi Buana Farm.
  • Pengembangan Skill: Adanya peningkatan kemampuan dalam pengelolaan pasca-panen dan strategi pemasaran produk agribisnis.
  • Kolaborasi: Hubungan yang harmonis antara dunia akademisi (Unwahas) dan praktisi industri (Sandi Buana Farm) dalam menciptakan ekosistem belajar yang suportif.

Kegiatan PKL ini diharapkan dapat mencetak lulusan Agribisnis Unwahas yang kompeten, inovatif, dan siap menjawab tantangan kedaulatan pangan di masa depan.


Tentang Program Studi Agribisnis Universitas Wahid Hasyim Program Studi Agribisnis Unwahas adalah bagian dari Fakultas Pertanian yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang manajemen pertanian berbasis nilai-nilai keislaman dan IPTEK

[Semarang, 11 Februari] – Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap mahasiswa yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapang (PKL) di kawasan Agrowisata Petik Buah Jambu Kristal dan Jeruk Pamelo, [Agro Purwosari, Mijen, Kota Semarang]. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan sinkronisasi antara teori akademik di kampus dengan implementasi teknis di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, tim dosen pembimbing melihat langsung aktivitas mahasiswa yang terlibat aktif dalam manajemen pemeliharaan tanaman, teknik pembuahan di luar musim (off-season), hingga strategi pemasaran berbasis agrowisata.

Fokus Utama Monitoring

Kegiatan monitoring kali ini menitikberatkan pada beberapa aspek krusial:

  • Teknik Budidaya: Mahasiswa mempraktikkan langsung teknik pemangkasan (pruning) dan pembungkusan buah untuk menjaga kualitas Jambu Kristal dari serangan hama.
  • Pengembangan Agrowisata: Mempelajari manajemen customer journey dalam wisata petik buah, mulai dari edukasi pertanian bagi pengunjung hingga pengemasan produk.
  • Adaptasi Varietas: Observasi khusus pada budidaya Jeruk Pamelo yang memiliki karakteristik perawatan unik dan nilai ekonomi tinggi di pasar lokal.

Sinergi Akademisi dan Praktisi

Dekan Fakultas Pertanian , Dr. Rossi Prabowo, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi agrowisata ini sangat strategis. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya mahir secara agronomis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan. Di sini, mereka belajar bagaimana sebuah komoditas pertanian dikelola menjadi daya tarik wisata yang bernilai tambah,” ujarnya.

Dalam monitoring ini, mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai nilai komersial kedua komoditas tersebut yang kian menjanjikan:

  • Jambu Kristal: Menjadi primadona karena sifatnya yang non-seasonal (berbuah sepanjang tahun). Dengan harga pasar yang stabil di kisaran Rp15.000 – Rp25.000 per kilogram, Jambu Kristal menawarkan cash flow harian yang sehat bagi petani. Teksturnya yang renyah dan biji yang sangat sedikit membuatnya memiliki segmentasi pasar yang luas, mulai dari pasar tradisional hingga supermarket modern.
  • Jeruk Pamelo: Dikenal sebagai “Jeruk Besar”, komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi terutama pada momen hari besar keagamaan atau festival budaya. Satu buah Jeruk Pamelo kualitas unggul dapat mencapai harga Rp30.000 hingga Rp50.000. Daya simpan buah yang lama (bisa mencapai 1 bulan tanpa bahan pengawet) memberikan keuntungan logistik yang besar bagi petani karena minimnya risiko kerusakan barang (losses).

“Melalui model Agrowisata, nilai ekonomi ini meningkat hingga dua kali lipat. Mahasiswa belajar bahwa keuntungan tidak hanya datang dari penjualan buah per kilogram, tetapi juga dari tiket masuk edukasi dan pengalaman (experience) yang dibeli oleh wisatawan,” tambah Dewi Hastuti, S.Pt., M.P. selaku dosen pembimbing.

Pihak pengelola Agrowisata Agropurwosari juga memberikan apresiasi positif terhadap kinerja mahasiswa. Mereka dinilai mampu memberikan inovasi, terutama dalam hal pencatatan data pertanian digital dan digital marketing untuk mempromosikan wisata petik buah tersebut