Optimalkan Kualitas Benih, Mahasiswa FAKULTAS PERTANIAN UNWAHAS Lakukan Praktik Kerja Lapangan di Unit KBH Karanggeneng

,

Sesuai dengan kurikulum pembelajaran Program Studi S1 Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang yang ditawarkan pada Semester 5 (lima), maka mahasiswa angkatan 2023 melakukan PKL. Kegiatan PKL dilaksanakan pada masa liburan antar semester. Salah satu tim mahasiswa, terdiri dari 5 (lima) mahasiswa, berkegiatan di Unit KBH Karanggeneng Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Wilayah Semarang. Unit KBH Karanggeneng, yang berada di bawah naungan Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Wilayah Semarang, merupakan jantung produksi benih unggul bagi petani di wilayah sekitar. Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses budidaya, mulai dari pemeliharaan tanaman induk hingga fase pascapanen, berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.

Tujuan dari matkul PKL yang berbobot 2 SKS ini diantaranya: Melatih mahasiswa untuk mendapatkan ketrampilan dan pengalaman praktek, melibatkan mahasiswa secara langsung dalam kegiatan pertanian sehari-hari, untuk mengembangkan kepekaan yang bernalar terhadap berbagai persoalan yang dihadapi dalam praktek serta memberikan bekal dan pengenalan praktek kepada mahasiswa untuk bekerja dalam masyarakat.

Fokus Utama Monitoring

Kegiatan yang berlangsung secara berkala ini mencakup beberapa aspek krusial, antara lain:

  • Kesehatan Tanaman: Deteksi dini terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) guna meminimalisir risiko gagal panen.
  • Kualitas Media Tanam: Pengecekan nutrisi dan hidrasi pada lahan serta polybag di area pembibitan.
  • Administrasi Perbenihan: Verifikasi data stok dan label benih untuk menjamin ketertelusuran (traceability) produk bagi konsumen.

Shofia Nur Awami, S.P., M.Sc., selaku DPL, menekankan pentingnya akurasi data dalam monitoring. “Monitoring bukan sekadar melihat fisik tanaman, tetapi memastikan bahwa setiap benih yang keluar dari KBH Karanggeneng memiliki sertifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara agronomis maupun ekonomis,” ujarnya.

Dampak bagi Sektor Pertanian

Dengan monitoring yang terjadwal, Unit KBH Karanggeneng diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai penyedia benih hortikultura yang andal. Langkah ini juga menjadi bentuk sinergi antara akademisi dan instansi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan benih yang berkualitas tinggi.

Keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktis mengenai manajemen lapangan dan tantangan nyata di sektor perbenihan nasional.

Kelima mahasiswa, yang berkegiatan PKL di Unit KBH Karanggeneng yaitu: Inayatul Amanah, Naela Dwi Aryani, Endayani, Amanah Nur Hamidah dan Danysa Zuliana Azahro. PKL dilaksanakan mulai 19 Januari sampai 21 Februari 2026.

Muhklasin selaku Pimpinan Kebun menyampaikan bahwa “Tim mahasiswa Unwahas sudah memenuhi dan melaksanakan kegiatan sesuai arahan dari pembimbing lapangan setempat. Telah bekerja dengan baik, dan hadir tepat waktu sesuai dengan peraturan kebun, Saya selaku perwakilan KBH Karanggeneng sangat berterimakasih menjadi salah satu tempat PKL bagi mahasiswa Faperta Unwahas, serta kedepannya masih terjalin kerjasama dengan Fakultas Pertanian. Karena beberapa angkatan dari Fakultas Pertanian sebelumnya juga melaksanakan PKL bahkan ada mahasiswa yang melanjutkan penelitian di KBH tersebut.