SEMARANG, 15 Januari 2026 – Dalam rangka menyelaraskan visi dan misi akademik dengan kegiatan kemahasiswaan, Dekanat Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) menggelar Rapat Koordinasi Program Kerja Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tahun 2026. Pertemuan ini berlangsung khidmat di Ruang Rapat Dekanat pada Kamis, 15 Januari 2026.

Rapat dipimpin langsung oleh Dekan Faperta Unwahas, Dr. Rossi Prabowo, M.Si. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak fakultas dan mahasiswa untuk menciptakan lingkungan kampus yang dinamis, inovatif, dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Program kerja Ormawa tahun ini harus berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa di era pertanian modern dan penguatan nilai-nilai Aswaja. Kami ingin memastikan setiap kegiatan memiliki dampak nyata bagi pengembangan soft skill mahasiswa dan kemajuan fakultas,” ujar Dr. Rossi Prabowo.

Fokus Utama Koordinasi

Rapat koordinasi ini diikuti oleh seluruh elemen fungsionaris mahasiswa, antara lain:

  • Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM): Fokus pada fungsi pengawasan dan legislasi internal mahasiswa.
  • Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM): Memaparkan program unggulan bertema pengabdian masyarakat dan pengembangan bakat minat.
  • Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (Himasekta): Menitikberatkan pada kegiatan akademik dan kewirausahaan berbasis agribisnis.

Beberapa poin penting yang dihasilkan dalam rapat ini meliputi sinkronisasi kalender akademik dengan jadwal kegiatan mahasiswa, efisiensi anggaran berbasis prestasi, serta dorongan bagi Ormawa untuk lebih aktif dalam kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan kegiatan bertaraf internasional.

Dekanat berkomitmen untuk memberikan pendampingan penuh dan fasilitas yang memadai bagi setiap program kerja yang selaras dengan indikator kinerja utama (IKU) universitas. Dengan adanya koordinasi yang solid ini, diharapkan Ormawa Faperta Unwahas mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkembang secara holistik.


Tentang Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim: Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim adalah lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan ilmu pertanian berkelanjutan berbasis nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Kontak Media: Sekretariat Dekanat Faperta Unwahas Jl. Menoreh Tengah X/22, Sampangan, Semarang Email: faperta@unwahas.ac.id Website: www.faperta.unwahas.ac.id

Sehubungan dengan batas waktu study di Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim maksimal 12 semester. maka bagi mahasiswa Fakultas Pertanian yang memasuki semester 13 dan 14 diwajibkan untuk melakukan pengajuan perpanjangan masa study. Adapun formulir surat permohonan perpanjangan terlampir dan dapat di download pada menu download pada web faperta unwahas. apabila mahasiswa tidak mengajukan permohonan perpanjangan maka mahasiswa yang memasuki semester 13 atau 14 akan dinyatakan mengundurkan diri. atas perhatiannya kami sampaikan terimakasih.

Bagi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Wahid hasyim diberitahukan mengenai beberapa penjadwalan dan tahapan pendaftaran sidang skripsi- skripsi- yudisium- pendaftaran wisuda dan pelaksanaan Wisuda ke 45 April 2026 sebagai berikut.

Fakultas Pertanian Unwahas Luluskan 59 Wisudawan Agribisnis pada Wisuda ke-44

Semarang, 29 November 2025 – Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) sukses menyelenggarakan acara Wisuda ke-44 yang berlangsung khidmat di Hotel Grasia, Kota Semarang. Sebanyak 59 wisudawan dari Program Studi Agribisnis resmi diwisuda dalam kegiatan ini.

  • Pencapaian Institusi: Program Studi Agribisnis telah terakreditasi Baik Sekali. Pencapaian ini menegaskan kualitas pendidikan dan komitmen Fakultas Pertanian Unwahas dalam mencetak sarjana yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.
  • Pelaksanaan Acara: Acara wisuda dihadiri oleh segenap Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Fakultas Pertanian Unwahas, yang turut memberikan ucapan selamat dan semangat kepada para lulusan.
  • Sambutan dan Pesan
  • Wakil Dekan Fakultas Pertanian, Ibu Endah Subekti, S.Pt., MP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras para wisudawan. Beliau berpesan agar para lulusan dapat mengaplikasikan ilmu Agribisnis yang telah diperoleh untuk berkontribusi nyata dalam sektor pertanian yang modern dan berkelanjutan, serta menjaga nama baik almamater.
  • Perwakilan Wisudawan:
  • Mewakili seluruh wisudawan, Saudara Nasichun, SP., menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh civitas akademika Fakultas Pertanian Unwahas. Beliau mengungkapkan bahwa bekal ilmu yang didapat akan menjadi modal utama untuk memasuki dunia profesional, khususnya dalam pengembangan bisnis pertanian.

Wisuda ke-44 ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Pertanian Unwahas dalam melanjutkan peranannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang menghasilkan sumber daya manusia unggul, khususnya dalam bidang agribisnis, yang merupakan sektor vital bagi perekonomian nasional.


Kontak Media: (Media Fakultas/Humas Unwahas) (faperta@unwahas.ac.id)

Tim mahasiswa Universitas Wahid Hasyim mengikuti Parahyangan Entrepreneurship Summit 2025 yang dilaksanakan di kampus Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) pada 25-26 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Erasmus Ecogreen 2025 yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan berkelanjutan dan inovasi ramah lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, lima mahasiswa Unwahas terlibat aktif, yaitu Cucu Nurhasanah, Chalimatus Sa’diyah, Luluk Nur Mufidah, Sofia Ysnaini, dan Dania Ramadani. Di antara mereka, Chalimatus dan Sofia merupakan mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Wahid Hasyim

Para mahasiswa tersebut mengikuti sertifikasi profesi BNSP sebagai upaya penguatan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja. Melalui sertifikasi ini, mahasiswa diharapkan memiliki pengakuan kompetensi yang diakui secara nasional serta lebih percaya diri dalam mengembangkan karier di bidangnya masing-masing.

Selain sertifikasi, tim Unwahas juga menampilkan demo dua produk inovatif karya mahasiswa, yaitu Puso Rancak dan Lumora. Puso Rancak diperkenalkan sebagai rendang berbahan dasar jantung pisang, sedangkan Lumora merupakan produk kemasan ramah lingkungan berbahan ampas tebu yang mendukung pengurangan sampah plastik dan mendorong praktik usaha berkelanjutan.

Selama kegiatan, mahasiswa didampingi oleh dua dosen Fakultas Pertanian, yakni Ibu Lu’lu’a Ulyn Ni’mah, S.P., M.P. dan Bapak Lutfi Aris Sasongko, S.TP., M.Si.. Partisipasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat jejaring kolaborasi, membuka peluang hilirisasi produk, serta menegaskan komitmen Fakultas Pertanian Unwahas dalam melahirkan wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing.

SEMARANG, 28 Oktober 2025 – Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) akan menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum yang berfokus pada pengembangan semangat dan strategi berwirausaha di kalangan generasi muda. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi mahasiswa dan khalayak umum agar berani mengambil peran sebagai pencipta lapangan kerja, khususnya di sektor pertanian dan agribisnis.

Kuliah umum ini mengangkat tema sentral: “Berwirausaha, Anak Muda Harus Bagaimana?” dan laksanakan pada minggu, 26 Oktober 2025 Aula Fakultas Pertanian, Gedung C Lantai 3, Kampus 1 Unwahas Sampangan.

Dr. Rossi Prabowo, Dekan Fakultas Pertanian Unwahas, dalam sambutannya secara terpisah menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menumbuhkan jiwa entrepreneurship. “Sektor pertanian bukan hanya soal budidaya, tetapi juga soal inovasi, teknologi, dan market,” ujar Dr. Rossi. “Melalui kuliah umum ini, kami berharap mahasiswa Fakultas Pertanian khususnya, dan seluruh peserta, dapat menyerap ilmu praktis dari para praktisi wirausaha sukses agar siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan.”

Acara ini menghadirkan dua narasumber inspiratif yang memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda dalam dunia wirausaha: Rahmatul Khafidi, SP: owner Bertani Agro Farm, dalam paparannya owner bertani agrofarm Semarang yang sekaligus Ketua Himpunan Petani Milenial Indonesia Kota Semarang menyampaikan dirinya mengawali bisnis hidroponik ini dengan modal awalnya hanya Rp 2 juta. Hingga saat ini, dia telah mempunyai dua kebun dengan 26.000 lubang tanam dengan panen mencapai 50-60 kg per-hari dengan omzet bulanannya mencapai kurang lebih Rp 15 juta. Lebih lanjut, ia memaparkan, cara pemasaran produk hidroponik yaitu dengan membuat produk lalu menawarkannya ke pasar. Menurutnya, jika ingin memulai berbisnis harus membuat produknya terlebih dahulu baru memikirkan pasar yang akan dituju. “Banyak orang yang kadang ingin memulai bisnis mencari pasar yang akan dituju terlebih dahulu, itu yang salah menurut saya. Harusnya buat produk dulu, kalau hidroponik harus buat sampel sayurnya dulu,” jelasnya. “Budidaya dulu yang bagus kalau hasilnya bagus baru ditawarkan pada outlet-outlet atau bisnis yang berkaitan dengan bisnis kita. Produk yang dibuat akan meningkatkan daya tawar kita dalam memasarkan produk sehingga konsumen lebih percaya,” sambung Rahmatul Khafidi.

Narasumber yang kedua adalah Jamal Luthfi S. Fil, I M.M (CEO dan Founder KAJE Group Beliau menyampaikan bahwa minimnya lowongan PNS sementara lulusan berbagai universitas yang begitu banyak, membuat seseorang harus dapat survive, dan memilih alternatif profesi, misalnya teknokrat, intelektual/akademisi, dan entrepreneur. Jika seseorang memilih profesi entrepreneur, maka dapat menerapkan beberapa prinsip, yaitu (1) ada tujuan dan mimpi sebagai visi misi, (2) berani mengambil risiko, (3) ketrampilan managerial, (4) kreativitas dan inovasi, (5) memiliki pola pikir lebih jauh ke depan, (6) membangun relasi dan networking.

“Contoh terbaik dari kewirausahaan adalah memulai usaha bisnis baru. Para entrepreneur seringkali dikenal sebagai sumber ide-ide baru atau inovator, dan membawa ide-ide baru ke pasar dengan menggantikan ide-ide lama dengan penemuan baru”, tuturnya. Menjadi seorang entrepreneur, dapat diawali dengan memiliki dan mengembangkan mindset yang benar, memilih secara selektif bidang entrepreneur yang akan ditekuni, mencari referensi sebanyak banyaknya, dan belajar pada mentor dengan lingkungan yang positif. Selain itu, untuk dapat berhasil dalam dunia entrepreneurship, maka diperlukan kemauan yang keras, perjuangan yang tidak kenal lelah, kesediaan menghadapi berbagai kemungkinan, menggunakan proses pikiran positif, supel dalam bergaul, dan yakin akan pekerjaan yang dilakukannya. Diakhir acara, beliau menyampaikan “asahlah diri agar menjadi pribadi yang tajam dan peka terhadap permasalahan dan peluang yang ada.” Kuliah Umum ini diikuti seluruh mahasiswa Fakultas Pertanian Unwahas dan masyarakat umum yang tertarik untuk mendalami dunia wirausaha. Kegiatan ini didukung dan di laksanakan bersama-sama dengan Organisasi Mahasiswa Faperta Unwahas; DPM, BEM dan Himasekta sebagai rangkaian kegiatan Agrifest Faperta Unwahas 2025. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi katalisator bagi lahirnya wirausaha-wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing. (RP)

Pelatihan Hidroponik Berbasis IoT untuk Pemberdayaan Fatayat NU Desa Karimunjawa

Karimunjawa, 13 Agustus 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim melalui skema Pengabdian Kepada Mitra (PKM) Hibah KEMENDIKTISAINTEK menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Sayur Hidroponik dengan Internet of Things (IoT) bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Fatayat NU Desa Karimunjawa Melalui Budidaya Sayur Hidroponik Menggunakan Internet of Things untuk Menunjang Ketahanan Pangan serta Kebutuhan Gizi.”

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Karimunjawa, Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara pada 13 Agustus 2025, dan diikuti oleh puluhan anggota Ibu-Ibu Fatayat NU Desa Karimunjawa.

Pelatihan menghadirkan Dr. Rossi Prabowo sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi mengenai teknik budidaya sayur hidroponik, pengelolaan instalasi Nutrient Film Technique (NFT), serta penerapan teknologi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan suhu, kelembaban, dan nutrisi tanaman secara real-time.

Dalam pemaparannya, Dr. Rossi menekankan bahwa pemanfaatan hidroponik berbasis IoT bukan hanya meningkatkan efisiensi budidaya, tetapi juga menjadi solusi strategis bagi masyarakat kepulauan yang memiliki keterbatasan lahan dan sumber air. “Dengan teknologi ini, ibu-ibu Fatayat NU bisa membudidayakan sayuran sehat, bergizi, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan lokal,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga melakukan praktik langsung mulai dari penyemaian benih, perakitan instalasi hidroponik, hingga penggunaan aplikasi pemantauan IoT.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan masyarakat Karimunjawa sekaligus membuka peluang usaha baru di bidang pertanian modern. Melalui sinergi antara dunia akademik, organisasi masyarakat, dan dukungan pemerintah, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat kepulauan yang berdaya, sehat, dan sejahtera.

Kegiatan ini juga turut dihadiri Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Prof. Helmy Purwanto, Kepala LPPM Dr. Agus Riyanto, Sekretaris LPPM Dr. Indah Hartati, Ketua Program PKM Junvidya Herowati serta anggota Ayu Sabrina dan Ahmad Pandu.


Kelurahan Mlatiharjo, Kota Semarang, 2 Agustus 2025

Semarang – Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kelurahan Mlatiharjo, Kota Semarang, dengan tema “Pelatihan Pemanfaatan Sampah Organik Dapur dengan Budidaya Maggot sebagai Sumber Protein Unggas dan Pupuk Organik Tanaman”. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan teknologi tepat guna di sektor pertanian.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Agustus 2025 ini dihadiri oleh perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Tim pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian Unwahas menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang budidaya maggot dan pengolahan sampah organik, dengan tujuan memberikan wawasan, keterampilan, serta motivasi bagi warga untuk memanfaatkan potensi limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.

Latar Belakang Kegiatan

Sampah organik rumah tangga, terutama sisa makanan dan limbah dapur, seringkali menjadi permasalahan lingkungan karena penanganannya yang belum optimal. Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan dengan Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam, yang larvanya (maggot) memiliki kemampuan tinggi dalam mengurai sampah organik menjadi produk bermanfaat. Maggot tidak hanya menjadi sumber protein alami untuk pakan unggas, tetapi juga menghasilkan residu berupa pupuk organik yang dapat menyuburkan tanaman.

Rangkaian Acara

Acara dimulai dengan sambutan dan pemaparan materi dari Ketua Program Pengabdian Masyarakat (Dewi Hastuti) yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik sebagai salah satu langkah nyata menjaga lingkungan serta potensi maggot sebagai pakan unggas dan pakan ikan yang mengandung protein tinggi. Kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh narasumber (Hendri Wibowo & Fijay Afif Fauzi) yang menjelaskan teknik budidaya maggot, manajemen media dan siklus hidup BSF.  Rossi Prabowo menyoroti pencemaran lingkungan dengan banyaknya sampah rumah tangga yang dibiarkan tanpa ada pengolahan dan tidak dimanfaatkan. Sampah rumah tangga memiliki nilai manfaat yang besar bila diolah menjadi pupuk organik baik yang cair maupun padat, dan ternyata sampah rumah tangga organik merupakan sumber pakan untuk pembesaran maggot. Sedangkan Farikha Maharani menyampaikan kandungan gizi dan manfaatnya maggot untuk sumber nutrisi bisa dalam bentuk segar maupun yang sudah diolah menjadi tepung maggot.  Pada pelatihan budidaya maggot ini dipraktekan cara menetaskan telur lalat BSF menggunakan stater kit dari Fakultas Pertanian serta pembagian Stater kit untuk mendukung jalannya program ini.

Manfaat dan Harapan

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi praktik langsung, mulai dari pembuatan wadah budidaya, penebaran media, pemberian pakan organik, hingga pemanenan maggot. Sesi ini menjadi kesempatan bagi warga untuk mencoba dan memahami proses secara menyeluruh. Melalui pelatihan ini, diharapkan warga Kelurahan Mlatiharjo mampu:

  1. Mengurangi volume sampah organik rumah tangga.
  2. Menghasilkan pakan unggas dan ikan berkualitas dengan biaya lebih hemat.
  3. Memperoleh pupuk organik yang ramah lingkungan dan meningkatkan produktivitas tanaman.
  4. Menumbuhkan peluang usaha berbasis pengelolaan limbah organik.

Fakultas Pertanian Unwahas berkomitmen untuk terus mendampingi dan memantau perkembangan implementasi teknologi budidaya maggot di masyarakat, sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian warga dan kelestarian lingkungan.