SEMARANG, 13 April 2026 – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) kembali menunjukkan eksistensinya dalam kancah pengabdian masyarakat nasional. Melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES), tim gabungan lintas universitas berhasil meraih pendanaan Hibah Kemendiktisaintek – BIMA Tahun Anggaran 2026.
Program ini merupakan kelanjutan tahun ke-2 untuk Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Skema Pemberdayaan Wilayah, yang berfokus pada pengembangan kawasan pesisir Semarang.
Fokus Program: Kota Tangguh dan Berkelanjutan
Pengabdian masyarakat ini mengusung judul: “Pemberdayaan Wilayah Tambakrejo Semarang melalui Penguatan Urban Farming dan Pengelolaan Sampah berbasis Ekonomi Sirkuler Untuk Mewujudkan Kota Tangguh dan Berkelanjutan”.
Tim pakar yang terlibat dalam program ini terdiri dari:
- Ketua: Prof. Dr. Nana Kariada T.M, M.Si. (FMIPA UNNES)
- Anggota:
- Dr. Rossi Prabowo, S.Si., M.Si. (Fakultas Pertanian Unwahas)
- Dr. Inayah Sari Melati, M.Pd. (FEB UNNES)
- Dr. Muh Sholeh, M.Pd. (UNNES)

Kolaborasi ini mengintegrasikan keahlian di bidang lingkungan, pertanian urban, ekonomi kreatif, dan kependidikan untuk menciptakan solusi komprehensif bagi masyarakat Tambakrejo dalam menghadapi tantangan lingkungan pesisir.
Apresiasi dari Pimpinan Universitas
Keberhasilan kolaborasi ini mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan Universitas Wahid Hasyim. Rektor Unwahas, Prof. Dr. Ir. H. Helmy Purwanto, S.T., M.T., IPM., menyatakan rasa bangganya atas konsistensi dosen Faperta dalam menjalin jejaring akademik.
“Kolaborasi antara Unwahas dan UNNES ini adalah bukti nyata sinergi antar-perguruan tinggi dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami sangat mendukung keterlibatan dosen kami dalam proyek-proyek strategis nasional seperti ini,” ujar Prof. Helmy.
Senada dengan Rektor, Ketua LPPM Unwahas, Dr. Agus Riyanto, M.Si., menekankan pentingnya keberlanjutan program di tahun kedua ini.
“Skema Pemberdayaan Wilayah menuntut komitmen jangka panjang. Kehadiran Dr. Rossi Prabowo sebagai perwakilan Unwahas menunjukkan bahwa kompetensi dosen kita diakui secara luas. Kami berharap program ekonomi sirkuler ini benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan warga Tambakrejo,” ungkapnya.
Tentang Program
Program di Tambakrejo ini menitikberatkan pada dua pilar utama: pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi (ekonomi sirkuler) dan pemanfaatan lahan sempit melalui urban farming. Melalui pendekatan ini, wilayah Tambakrejo diharapkan mampu menjadi model “Kota Tangguh” yang mandiri secara pangan dan bersih secara lingkungan.

