SEMARANG, 5 Februari 2026 – Dalam upaya memastikan kualitas pendidikan lapangan dan sinkronisasi antara teori akademik dengan praktik industri, Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) melaksanakan kegiatan monitoring mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Selasa, 3 Februari 2026.

Kegiatan monitoring ini bertempat di Kebun Pembibitan “Bibit Buahku”, salah satu sentra pembibitan unggulan di Semarang. Hadir langsung dalam kunjungan tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Rossi Prabowo, untuk meninjau perkembangan teknis dan manajerial para mahasiswa selama berkegiatan di industri.


Fokus pada Keragaman Hayati dan Unggulan Alpukat

Selama masa PKL, para mahasiswa mengusung tema yang variatif, mencakup manajemen produksi berbagai jenis tanaman buah tropis. Namun, fokus utama dalam praktik kali ini adalah pendalaman budidaya dan strategi pemasaran tanaman alpukat, yang menjadi produk unggulan di Kebun “Bibit Buahku”.

“Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya paham cara menanam, tetapi juga mengerti aspek agribisnis dari hulu ke hilir, terutama pada komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti alpukat unggulan di sini, apalagi Bibit Buahku sudah menjalin MoU dengan Fakultas Pertanian cukup lama dalam kegiatan PKL maupun Magang bagi mahasiswa Faperta UNWAHAS. ,” ujar Dr. Rossi Prabowo di sela-sela peninjauan.

Sinergi Akademisi dan Praktisi

Rombongan dari Universitas Wahid Hasyim diterima langsung oleh pemilik Kebun “Bibit Buahku”, Bapak Fatkhul, S.P. Beliau memberikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa Unwahas yang dinilai proaktif dalam mempelajari teknik pembibitan modern.

“Kerja sama ini sangat positif. Mahasiswa membawa semangat pembaruan, sementara kami memfasilitasi mereka dengan realitas tantangan di lapangan, mulai dari pemilihan entres hingga penanganan pasca-panen bibit,” ungkap Bapak Fatkhul.


Tujuan Kegiatan

  1. Evaluasi Capaian: Menilai sejauh mana mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu manajemen agribisnis di lapangan.
  2. Validasi Keterampilan: Memastikan penguasaan teknik pembibitan tanaman buah, khususnya alpukat.
  3. Penguatan Jejaring: Mempererat hubungan kemitraan antara Fakultas Pertanian Unwahas dengan pelaku usaha di sektor pertanian.

Dengan terlaksananya monitoring ini, diharapkan para mahasiswa dapat menyelesaikan masa PKL dengan kompetensi yang mumpuni, siap bersaing di industri pertanian, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan komoditas buah nasional.

SEMARANG – Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) baru saja menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait pelaksanaan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan penjaminan mutu dan validitas konversi pengalaman kerja mahasiswa menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).

Hadir sebagai tim auditor utama dalam kegiatan ini adalah Ir. Tabah Priangkoso, MT dan Eko Nugroho, MT. Keduanya melakukan peninjauan mendalam terhadap berkas administrasi, asesmen portofolio mahasiswa, hingga kesesuaian kurikulum program RPL dengan standar akademik yang berlaku.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti langsung oleh jajaran pimpinan Fakultas Pertanian Unwahas, di antaranya:

  • Dr. Rossi Prabowo, M.Si (Dekan Fakultas Pertanian)
  • Dr. Hilmi Arija F. M.Si (Ketua Program Studi Agribisnis)
  • Shofia Nur Awami, M.Sc. (Kepala Unit Penjaminan Mutu Fakultas/UPMF)

Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Rossi Prabowo, menyampaikan bahwa program RPL di Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian merupakan komitmen Universitas dalam memberikan akses pendidikan tinggi bagi para praktisi dan tenaga kerja di sektor pertanian.

“Melalui Monev ini, kami ingin memastikan bahwa pengalaman praktis pekerjaan yang ditekuni yang dimiliki Calon mahasiswa dapat dikonversi ke Mata kuliah yang sesuai di prodi Agribisnis sehingga akan memudahkan calon mahasiswa dalam proses mendapatkan gelar Sarjana Pertanian. Fakultas Pertanian tetap berkomitmen menjaga marwah akademik di tengah fleksibilitas yang ditawarkan program RPL, dan Faperta Unwahas akan selalu menerima mahasiswa baru Program RPL” ujar Dr. Rossi.

Senada dengan hal tersebut, Kaprodi Agribisnis Dr. Hilmi Arija F. menambahkan bahwa hasil evaluasi dari tim Monev akan menjadi dasar peningkatan layanan pendidikan di masa mendatang. Pengawasan ketat dari UPMF yang dipimpin oleh Shofia Nur Awami, M.Sc. juga memastikan bahwa setiap tahapan seleksi hingga kelulusan mahasiswa RPL tetap berada dalam koridor standar mutu internal maupun nasional.

Tim Monev, Ir. Tabah Priangkoso, MT, mengapresiasi kesiapan dokumen dan tata kelola program RPL di Prodi Agribisnis. Menurutnya, sinergi antara pengelola fakultas dan unit penjaminan mutu menjadi kunci utama keberhasilan program ini dalam mencetak lulusan yang kompeten dan diakui secara legal.

Dengan terlaksananya Monev ini, Fakultas Pertanian Unwahas semakin optimis dalam mengembangkan program RPL sebagai solusi pendidikan bagi masyarakat luas yang ingin meningkatkan kualifikasi akademiknya tanpa meninggalkan dunia kerja.


Tentang Program Studi Agribisnis Unwahas: Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang tata kelola pertanian berbasis nilai-nilai keislaman dan teknologi modern.