Penguatan kompetensi mahasiswa faperta melalui program PKL dengan tema integrated farming di Maknun Farm, Wonolopo, Mijen, Kota Semarang, berpotensi besar untuk mengembangkan kompetensi teknis dan soft skills mahasiswa, sekaligus menanamkan nilai keberlanjutan pertanian. Berbagai studi menunjukkan bahwa magang intensif di lahan pertanian kampus dan program Work Integrated Learning (WIL) di sektor pertanian meningkatkan keterampilan agronomis, kemampuan interpersonal, kepemimpinan, serta kesiapan karier lulusan. Praktik pembelajaran partisipatif di pertanian berkelanjutan juga terbukti memperkuat pemahaman sistemik, kreativitas, dan stewardship lingkungan.  PKL integrated farming menekankan pembelajaran berbasis pengalaman, pemantauan berkelanjutan, serta umpan balik reflektif. Pemantauan pelaksanaan PKL dengan skema monitoring memadukan observasi lapangan, jurnal refleksi, instrumen penilaian kompetensi, dan pemanfaatan platform digital untuk komunikasi dan pelaporan.  Sistem monitoring dapat menjadi rujukan bagi program studi dalam meningkatkan kualitas PKL pertanian terpadu dan memastikan capaian kompetensi mahasiswa serta relevansi dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Dokumentasi: Integrasi Hidroponik dengan kolam ikan lele.

PKL merupakan komponen kurikulum yang krusial untuk menjembatani pembelajaran teoritis di kampus dengan praktik nyata di lapangan, khususnya pada bidang pertanian. Dalam konteks pertanian berkelanjutan, sistem integrated farming—yang menggabungkan tanaman, ternak, dan sering kali perikanan, energi terbarukan, serta pengelolaan limbah secara sirkular—dipandang sebagai pendekatan strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesehatan agroekosistem (El-Gabry & Jaskolski, 2024; Padath, 2025; Bakker et al., 2021; Kamal et al., 2025).

“Praktik Kerja Lapangan di Maknun Farm meliputi usaha peternakan, yaitu ternak domba ekor tipis dan Moreno, usahatani hidroponik pakcoy dan selada, serta hortikultura dan usaha perikanan, yaitu budidaya lele. PKL terbukti tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memupuk kemampuan kerja tim, komunikasi, pemecahan masalah, dan rasa percaya diri mahasiswa,” tambah Dewi Hastuti. S.Pt., M.P (selaku Dosen Pembimbing).  Selain itu, adanya integrasi riset dan WIL di bidang pertanian menegaskan pentingnya kemitraan universitas–industri untuk memastikan lulusan Fakultas Pertanian Unwahas siap menghadapi kompleksitas sistem pangan dan tantangan keberlanjutan.

Komponen Utama Monitoring PKL Integrated Farming

  1. Kompetensi teknis agroekosistem terpadu, fokus monitoring pada budidaya tanaman, ternak, pakan hijauan, daur ulang limbah, serta energi terbarukan
  2. Kompetensi keberlanjutan & sistemik, fokus monitoring pada sistem thinking, stewardship lingkungan, dan perencanaan jangka panjang
  3. Soft skills & kesiapan karier, fokus monitoring pada komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan manajemen proyek
  4. Partisipasi & pembelajaran partisipatif, fokus monitoring pada keterlibatan dalam pengambilan keputusan, dan desain kegiatan

Monitoring digital & komunikasi, fokus monitoring pada pelaporan harian, berbagi foto/video, serta diskusi masalah teknis

KLATEN, 12 Februari 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang terus mendorong mahasiswanya untuk menguasai teknologi pertanian masa kini. Melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL), sejumlah mahasiswa diterjunkan langsung untuk menimba ilmu di Dhelta Bibit Buah, sebuah sentra pembibitan dan instalasi teknologi pertanian yang berlokasi di Balongor, Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten.

Kegiatan PKL ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sri Wahyuningsih, S.P., M.P., dan diterima langsung oleh pemilik Dhelta Bibit Buah, Bapak Dwi Harjoko.

Inovasi Budidaya: Teknik Pemacuan Pecah Tunas

Fokus utama kegiatan mahasiswa selama di lokasi adalah mempelajari secara mendalam Teknik Pemacuan Pecah Tunas pada Tanaman Jeruk Lemon. Teknik ini menjadi krusial dalam industri pembibitan untuk mempercepat pertumbuhan bibit unggul sebelum dipasarkan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori secara tekstual, tetapi mampu mempraktikkan manipulasi fisiologis tanaman secara presisi. Di Dhelta Bibit Buah, mereka belajar bagaimana mempercepat siklus pertumbuhan tanaman dengan standar kualitas yang tinggi,” ungkap Sri Wahyuningsih, S.P., M.P.

Terjun dalam Proyek Strategis Smart Farming

Selain fokus pada aspek agronomi, mahasiswa PKL Unwahas juga mendapatkan kesempatan langka untuk terlibat dalam proyek riil Rancang Bangun Instalasi Smart Farming. Dhelta Bibit Buah saat ini tengah menangani berbagai proyek pengembangan agrowisata di beberapa desa.

Mahasiswa dilibatkan aktif dalam:

  • Perancangan tata letak tanaman untuk mengoptimalkan estetika dan produktivitas lahan agrowisata.
  • Instalasi sistem Smart Farming, termasuk pengaturan sensor dan otomatisasi pengairan yang menjadi tren pertanian modern.

Pemilik Dhelta Bibit Buah, Dwi Harjoko, menyambut baik antusiasme mahasiswa. Ia menekankan bahwa kebutuhan tenaga kerja di bidang agribisnis masa depan memerlukan perpaduan antara keahlian bercocok tanam dan penguasaan teknologi digital.

Sinergi Akademisi dan Praktisi

Dr. Rossi Prabowo, Dekan Fakultas Pertanian Unwahas menyampaikan bahwa Program PKL ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Pertanian Unwahas dalam mendukung program link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. Dengan terlibat dalam proyek desa binaan melalui Dhelta Bibit Buah, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan luas mengenai potensi ekonomi agrowisata dan efisiensi pertanian berbasis teknologi. Pungkas Dr. Rossi.


Tentang Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Fakultas Pertanian Unwahas berdedikasi melahirkan lulusan yang kompeten di bidang pertanian berkelanjutan, berjiwa wirausaha, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian global.

SEMARANG, 9 Februari 2026 – Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang terus berkomitmen memastikan kualitas implementasi ilmu mahasiswanya di lapangan. Pada Senin (9/2), Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Endah Subekti, S.Pt., M.P., melaksanakan kegiatan monitoring langsung terhadap mahasiswa yang tengah menjalankan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Sandi Buana Farm, Gunungpati.

Sandi Buana Farm, yang berlokasi di Jalan Kalirejo, Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, dipilih sebagai mitra strategis karena reputasinya dalam pengelolaan usaha pertanian dan peternakan yang terintegrasi.

Fokus Monitoring: Keselarasan Teori dan Praktik

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana mahasiswa mampu mengaplikasikan teori manajemen agribisnis yang didapat di bangku kuliah ke dalam ekosistem kerja nyata.

Dalam kunjungannya, Endah Subekti melakukan diskusi mendalam dengan pihak pengelola Sandi Buana Farm serta para mahasiswa mengenai perkembangan proyek, tantangan di lapangan, hingga adaptasi teknologi pertanian modern yang diterapkan di lokasi.

“Monitoring ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja yang relevan. Kami ingin mereka tidak hanya menguasai teknis budidaya, tapi juga tajam dalam analisis manajerial dan kewirausahaan,” ujar Endah Subekti, S.Pt., M.P. di sela-sela kegiatannya.

Dalam kegiatan ini DPL dapat melihat secara langsung kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam membudidayakan sayuran hidroponik selada dan pakcoy. Kegiatan tersebut meliputi proses persiapan alat dan bahan, penyemaian benih (di rockwool), pindah tanam bibit, perawatan rutin, pemberian nutrisi, pemanenan, penyortiran dan pemasaran. Dalam kegiatan PKL ini mahasiswa juga diajari teknik budidaya melon di greenhouse untuk menghasilkan melon premium.

Pelaksanaan PKL dilaksanakan minimal  selama 1 bulan dan mahasiswa telah menempuh minimal 100 SKS. Dengan adanya kegiatan PKl yang diwajibkan bagi mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Wahid Hasyim ini, diharapkan dapat menambah ketrampilan dan wawasan mahasiswa sehingga mereka bisa lebih siap terjun ke dunia kerja setelah lulus nantinya.

Hasil Observasi di Lapangan

Selama kegiatan berlangsung, beberapa poin penting yang menjadi catatan antara lain:

  • Kesiapan Kerja: Mahasiswa dinilai mampu beradaptasi dengan ritme operasional di Sandi Buana Farm.
  • Pengembangan Skill: Adanya peningkatan kemampuan dalam pengelolaan pasca-panen dan strategi pemasaran produk agribisnis.
  • Kolaborasi: Hubungan yang harmonis antara dunia akademisi (Unwahas) dan praktisi industri (Sandi Buana Farm) dalam menciptakan ekosistem belajar yang suportif.

Kegiatan PKL ini diharapkan dapat mencetak lulusan Agribisnis Unwahas yang kompeten, inovatif, dan siap menjawab tantangan kedaulatan pangan di masa depan.


Tentang Program Studi Agribisnis Universitas Wahid Hasyim Program Studi Agribisnis Unwahas adalah bagian dari Fakultas Pertanian yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang manajemen pertanian berbasis nilai-nilai keislaman dan IPTEK

[Semarang, 11 Februari] – Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap mahasiswa yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapang (PKL) di kawasan Agrowisata Petik Buah Jambu Kristal dan Jeruk Pamelo, [Agro Purwosari, Mijen, Kota Semarang]. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan sinkronisasi antara teori akademik di kampus dengan implementasi teknis di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, tim dosen pembimbing melihat langsung aktivitas mahasiswa yang terlibat aktif dalam manajemen pemeliharaan tanaman, teknik pembuahan di luar musim (off-season), hingga strategi pemasaran berbasis agrowisata.

Fokus Utama Monitoring

Kegiatan monitoring kali ini menitikberatkan pada beberapa aspek krusial:

  • Teknik Budidaya: Mahasiswa mempraktikkan langsung teknik pemangkasan (pruning) dan pembungkusan buah untuk menjaga kualitas Jambu Kristal dari serangan hama.
  • Pengembangan Agrowisata: Mempelajari manajemen customer journey dalam wisata petik buah, mulai dari edukasi pertanian bagi pengunjung hingga pengemasan produk.
  • Adaptasi Varietas: Observasi khusus pada budidaya Jeruk Pamelo yang memiliki karakteristik perawatan unik dan nilai ekonomi tinggi di pasar lokal.

Sinergi Akademisi dan Praktisi

Dekan Fakultas Pertanian , Dr. Rossi Prabowo, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi agrowisata ini sangat strategis. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya mahir secara agronomis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan. Di sini, mereka belajar bagaimana sebuah komoditas pertanian dikelola menjadi daya tarik wisata yang bernilai tambah,” ujarnya.

Dalam monitoring ini, mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai nilai komersial kedua komoditas tersebut yang kian menjanjikan:

  • Jambu Kristal: Menjadi primadona karena sifatnya yang non-seasonal (berbuah sepanjang tahun). Dengan harga pasar yang stabil di kisaran Rp15.000 – Rp25.000 per kilogram, Jambu Kristal menawarkan cash flow harian yang sehat bagi petani. Teksturnya yang renyah dan biji yang sangat sedikit membuatnya memiliki segmentasi pasar yang luas, mulai dari pasar tradisional hingga supermarket modern.
  • Jeruk Pamelo: Dikenal sebagai “Jeruk Besar”, komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi terutama pada momen hari besar keagamaan atau festival budaya. Satu buah Jeruk Pamelo kualitas unggul dapat mencapai harga Rp30.000 hingga Rp50.000. Daya simpan buah yang lama (bisa mencapai 1 bulan tanpa bahan pengawet) memberikan keuntungan logistik yang besar bagi petani karena minimnya risiko kerusakan barang (losses).

“Melalui model Agrowisata, nilai ekonomi ini meningkat hingga dua kali lipat. Mahasiswa belajar bahwa keuntungan tidak hanya datang dari penjualan buah per kilogram, tetapi juga dari tiket masuk edukasi dan pengalaman (experience) yang dibeli oleh wisatawan,” tambah Dewi Hastuti, S.Pt., M.P. selaku dosen pembimbing.

Pihak pengelola Agrowisata Agropurwosari juga memberikan apresiasi positif terhadap kinerja mahasiswa. Mereka dinilai mampu memberikan inovasi, terutama dalam hal pencatatan data pertanian digital dan digital marketing untuk mempromosikan wisata petik buah tersebut

Sesuai dengan kurikulum pembelajaran Program Studi S1 Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang yang ditawarkan pada Semester 5 (lima), maka mahasiswa angkatan 2023 melakukan PKL. Kegiatan PKL dilaksanakan pada masa liburan antar semester. Salah satu tim mahasiswa, terdiri dari 5 (lima) mahasiswa, berkegiatan di Unit KBH Karanggeneng Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Wilayah Semarang. Unit KBH Karanggeneng, yang berada di bawah naungan Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Wilayah Semarang, merupakan jantung produksi benih unggul bagi petani di wilayah sekitar. Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses budidaya, mulai dari pemeliharaan tanaman induk hingga fase pascapanen, berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.

Tujuan dari matkul PKL yang berbobot 2 SKS ini diantaranya: Melatih mahasiswa untuk mendapatkan ketrampilan dan pengalaman praktek, melibatkan mahasiswa secara langsung dalam kegiatan pertanian sehari-hari, untuk mengembangkan kepekaan yang bernalar terhadap berbagai persoalan yang dihadapi dalam praktek serta memberikan bekal dan pengenalan praktek kepada mahasiswa untuk bekerja dalam masyarakat.

Fokus Utama Monitoring

Kegiatan yang berlangsung secara berkala ini mencakup beberapa aspek krusial, antara lain:

  • Kesehatan Tanaman: Deteksi dini terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) guna meminimalisir risiko gagal panen.
  • Kualitas Media Tanam: Pengecekan nutrisi dan hidrasi pada lahan serta polybag di area pembibitan.
  • Administrasi Perbenihan: Verifikasi data stok dan label benih untuk menjamin ketertelusuran (traceability) produk bagi konsumen.

Shofia Nur Awami, S.P., M.Sc., selaku DPL, menekankan pentingnya akurasi data dalam monitoring. “Monitoring bukan sekadar melihat fisik tanaman, tetapi memastikan bahwa setiap benih yang keluar dari KBH Karanggeneng memiliki sertifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara agronomis maupun ekonomis,” ujarnya.

Dampak bagi Sektor Pertanian

Dengan monitoring yang terjadwal, Unit KBH Karanggeneng diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai penyedia benih hortikultura yang andal. Langkah ini juga menjadi bentuk sinergi antara akademisi dan instansi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan benih yang berkualitas tinggi.

Keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktis mengenai manajemen lapangan dan tantangan nyata di sektor perbenihan nasional.

Kelima mahasiswa, yang berkegiatan PKL di Unit KBH Karanggeneng yaitu: Inayatul Amanah, Naela Dwi Aryani, Endayani, Amanah Nur Hamidah dan Danysa Zuliana Azahro. PKL dilaksanakan mulai 19 Januari sampai 21 Februari 2026.

Muhklasin selaku Pimpinan Kebun menyampaikan bahwa “Tim mahasiswa Unwahas sudah memenuhi dan melaksanakan kegiatan sesuai arahan dari pembimbing lapangan setempat. Telah bekerja dengan baik, dan hadir tepat waktu sesuai dengan peraturan kebun, Saya selaku perwakilan KBH Karanggeneng sangat berterimakasih menjadi salah satu tempat PKL bagi mahasiswa Faperta Unwahas, serta kedepannya masih terjalin kerjasama dengan Fakultas Pertanian. Karena beberapa angkatan dari Fakultas Pertanian sebelumnya juga melaksanakan PKL bahkan ada mahasiswa yang melanjutkan penelitian di KBH tersebut.

SEMARANG, 5 Februari 2026 – Dalam upaya memastikan kualitas pendidikan lapangan dan sinkronisasi antara teori akademik dengan praktik industri, Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) melaksanakan kegiatan monitoring mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Selasa, 3 Februari 2026.

Kegiatan monitoring ini bertempat di Kebun Pembibitan “Bibit Buahku”, salah satu sentra pembibitan unggulan di Semarang. Hadir langsung dalam kunjungan tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Rossi Prabowo, untuk meninjau perkembangan teknis dan manajerial para mahasiswa selama berkegiatan di industri.


Fokus pada Keragaman Hayati dan Unggulan Alpukat

Selama masa PKL, para mahasiswa mengusung tema yang variatif, mencakup manajemen produksi berbagai jenis tanaman buah tropis. Namun, fokus utama dalam praktik kali ini adalah pendalaman budidaya dan strategi pemasaran tanaman alpukat, yang menjadi produk unggulan di Kebun “Bibit Buahku”.

“Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya paham cara menanam, tetapi juga mengerti aspek agribisnis dari hulu ke hilir, terutama pada komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti alpukat unggulan di sini, apalagi Bibit Buahku sudah menjalin MoU dengan Fakultas Pertanian cukup lama dalam kegiatan PKL maupun Magang bagi mahasiswa Faperta UNWAHAS. ,” ujar Dr. Rossi Prabowo di sela-sela peninjauan.

Sinergi Akademisi dan Praktisi

Rombongan dari Universitas Wahid Hasyim diterima langsung oleh pemilik Kebun “Bibit Buahku”, Bapak Fatkhul, S.P. Beliau memberikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa Unwahas yang dinilai proaktif dalam mempelajari teknik pembibitan modern.

“Kerja sama ini sangat positif. Mahasiswa membawa semangat pembaruan, sementara kami memfasilitasi mereka dengan realitas tantangan di lapangan, mulai dari pemilihan entres hingga penanganan pasca-panen bibit,” ungkap Bapak Fatkhul.


Tujuan Kegiatan

  1. Evaluasi Capaian: Menilai sejauh mana mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu manajemen agribisnis di lapangan.
  2. Validasi Keterampilan: Memastikan penguasaan teknik pembibitan tanaman buah, khususnya alpukat.
  3. Penguatan Jejaring: Mempererat hubungan kemitraan antara Fakultas Pertanian Unwahas dengan pelaku usaha di sektor pertanian.

Dengan terlaksananya monitoring ini, diharapkan para mahasiswa dapat menyelesaikan masa PKL dengan kompetensi yang mumpuni, siap bersaing di industri pertanian, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan komoditas buah nasional.

SEMARANG – Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) baru saja menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait pelaksanaan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan penjaminan mutu dan validitas konversi pengalaman kerja mahasiswa menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).

Hadir sebagai tim auditor utama dalam kegiatan ini adalah Ir. Tabah Priangkoso, MT dan Eko Nugroho, MT. Keduanya melakukan peninjauan mendalam terhadap berkas administrasi, asesmen portofolio mahasiswa, hingga kesesuaian kurikulum program RPL dengan standar akademik yang berlaku.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti langsung oleh jajaran pimpinan Fakultas Pertanian Unwahas, di antaranya:

  • Dr. Rossi Prabowo, M.Si (Dekan Fakultas Pertanian)
  • Dr. Hilmi Arija F. M.Si (Ketua Program Studi Agribisnis)
  • Shofia Nur Awami, M.Sc. (Kepala Unit Penjaminan Mutu Fakultas/UPMF)

Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Rossi Prabowo, menyampaikan bahwa program RPL di Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian merupakan komitmen Universitas dalam memberikan akses pendidikan tinggi bagi para praktisi dan tenaga kerja di sektor pertanian.

“Melalui Monev ini, kami ingin memastikan bahwa pengalaman praktis pekerjaan yang ditekuni yang dimiliki Calon mahasiswa dapat dikonversi ke Mata kuliah yang sesuai di prodi Agribisnis sehingga akan memudahkan calon mahasiswa dalam proses mendapatkan gelar Sarjana Pertanian. Fakultas Pertanian tetap berkomitmen menjaga marwah akademik di tengah fleksibilitas yang ditawarkan program RPL, dan Faperta Unwahas akan selalu menerima mahasiswa baru Program RPL” ujar Dr. Rossi.

Senada dengan hal tersebut, Kaprodi Agribisnis Dr. Hilmi Arija F. menambahkan bahwa hasil evaluasi dari tim Monev akan menjadi dasar peningkatan layanan pendidikan di masa mendatang. Pengawasan ketat dari UPMF yang dipimpin oleh Shofia Nur Awami, M.Sc. juga memastikan bahwa setiap tahapan seleksi hingga kelulusan mahasiswa RPL tetap berada dalam koridor standar mutu internal maupun nasional.

Tim Monev, Ir. Tabah Priangkoso, MT, mengapresiasi kesiapan dokumen dan tata kelola program RPL di Prodi Agribisnis. Menurutnya, sinergi antara pengelola fakultas dan unit penjaminan mutu menjadi kunci utama keberhasilan program ini dalam mencetak lulusan yang kompeten dan diakui secara legal.

Dengan terlaksananya Monev ini, Fakultas Pertanian Unwahas semakin optimis dalam mengembangkan program RPL sebagai solusi pendidikan bagi masyarakat luas yang ingin meningkatkan kualifikasi akademiknya tanpa meninggalkan dunia kerja.


Tentang Program Studi Agribisnis Unwahas: Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang tata kelola pertanian berbasis nilai-nilai keislaman dan teknologi modern.